SEMINAR AL-QUR’AN “Hidup Indah Bersama al-Qur’an”


SEMINAR AL-QUR’AN

“Hidup Indah bersama al-Qur’an”

2013-06-08 12.15.56

Materi I: bersama ustadz Dedi Rianto, Lc

Pentingnya Menghafal al-Qur’an

“Hapal al-Qur’an dengan otak Kanan”

Qur’an curhat:

Q.S. al-Baqarah ayat 2:

ذلك الكتاب لا ريب فيه، هدى للمتقين

الهداية: الكتاب – لا ريب

“Al-Kitab” artinya “Cetakan”. Kitab: samawy dan ghoiru samawy. al-Qur’an:

I. Iqra’: Berapa ayat kita baca hari ini??

Qur’an vs Koran: mana yang lebih banyak kita baca?

II. Ifham: Berapa ayat yang kita paham?

al-Qur’an vs Handphone: sudahkah ada respon dengan al-Qur’an yang kita baca ataupun kita dengar dibanding sms yang datang ke HP kita

III. Ihfazh: Mana yang kita hapal selama ini??

al-Qur’an vs Lagu: al-Qur’an adalah nyanyian hati. Mana yang lebih banyak kita hafal nyanyian daripada ayat al.Qur’an?

IV. I’mal: Apa yang kita amalkan?

لا تحكم على مستقبلك من الماضى فبعض الانبياء (رعوا الغنم) ( ثم قآدوا الأمم) الحديث

jangan pernah menvonis masa lampau kita.

Iman => Aman: Jika kita beriman kepada Allah maka hasilnya kita akan merasa aman. Ketika kita beriman kepada al-Qur’an maka kita akan merasa aman membaca al-Qur’an, merasa aman menghafal al-Qur’an.

Kitab < = > Bakat: Jika kita mencintai al-Qur’an kemudian kita membaca, memahami, menghafal, mengamalkan al-Qur’an maka akan mengembangkan bakat-bakat apapun yang kita inginkan.

Otak Kanan:

Hapalan adalah:

1. Ganjaran

2. Pengetahuan

3. Hiburan (Tasliyah). Jika selama ini kita tenang dengan lagu, maka hari ini coba seimbangkan antara lagu dan al-Qur’an lalu besok coba lebihkan al-Qur’an

4. Kesehatan

5. Perlindungan

Orang Kanan:

1. Silaturrahmi

2. Khudwah

3. Komitmen

4. Bi’ah

Tangan kanan,

Miskin > Ngaji > Berbagi > Usaha > Hafizh

مثل الذين ينفقون اموالهم

“Antum dapatkan metode lalu antum tidak amalkan maka Anda telah menghilangkan kesempatan anda” dan Allah tidak akan memberikan rahmat-Nya kepada antum”

IMG_20130608_122917-1134758084

Materi II: Bersama ustadz Zulkarnain

Motto: Jadilah diri kita bermanfaat bagi orang lain

“Metode Menghafal al-Qur’an”

“jika kita senantiasa memelihara ayat-ayat al-Qur’an maka Allah akan menjaga kita”

“jika dalam satu tahun kita hapal 5 Juz, muraja’ahnya 3 kali dalam sehari maka hapalannya sudah mendarah daging baginya.”

1. Hafalan Baru (Ziyadah)

2. Hafalan Ulangan (Takrir/Murajaah)

untuk hafalan baru ada empat metode:

1. Thariqah wahdah (Ayat dihafal ayat per ayat). Kalau belum ditahsin hafalan seseorang jangan digunakan metode ini. dan sangat tepat untuk:

a. Orang yang bagus hafalannya

b. cerdas intrapersonal.

1. memiliki buku catatan harian

2. snsitif terhadap nilai diri

3. menyadari akan kelebihan dan kekurangannya sendiri

4. lebih senang menikmati rekreasi sendirian

5. menentukan dan memutuskan sendiri langkah yang diambil

6. mengembangkan konsep diri yang baik dan benar

7. Termotivasi untuk mengejar suatu tujuan

8. Menetapkan dan hidup dengan sistem dengan nilai yang selaras dengan etika

9. Mampu bekerja dengan baik dan mandiri

10. Sangat tertarik dengan pertanyaan arti hidup, tujuan hidup, dan relevansinya dengan keadaan saat ini

11. Mampu mengembangkan kemampuan belajar yang berkelanjutan dan meningkatkan diri

12. Mampu menyelami dan mengerti kerumitan suatu pribadi dan kondisi manusia pada umumnya.

2. Metode kitabah.

3. Metode Sima’i , anjuran:

a. Metode ini baik untuk usia 5 – 15 tahun

b. Tunanetra

c. Orang yang mempunyai modalitas belajar auditori

4. Metode penggabungan antara metode wahdah dan kitabah

“Ada suatu waktu yang tepat diberikan Allah kepada kita untuk menghafal al-Qur’an”

Metode Takrir atau murajaah

1. Metode wahdah

2. Metode Sima’i

3. Metode Jama’ah

cara efektif memelihara hafalan al.Qur’an

1. Menghafal sesuai bilangan hari

2. Membagi waktu menjadi tiga bagian

3. Membawa hafalan al-Qur’an dalam shalat

4. Shalat qiyamul lail

5. Mengulang hafalan setiap kali selesai shalat

Tiga amalan bagi seorang penghafal al.Qur’an

1. Mendirikan amalan shalat malam

2. Menghidupkan dzikir di malam yang panjang

3. Melaksanakan puasa sunat Nabi Daud alaihissalam atau puasa Senin dan Kamis

Sebab seseorang gagal menghafal al.Qur’an

1. Tidak mampu membagi waktu

2. Mengaku telah hafal al-Qur’an

3. Melangkah mundur dengan alasan tawadhu’

4. Motivasi dan semangat mandeg

5. Maksiat kepada Allah

“Yang paling besar ujian bagi penghafal al.Qur’an adalah WANITA”

“Jadi ulama jangan mendekati pejabat, biarkan pejabat mendekati kita”

“Rekening dzikir”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s