Media Pembelajaran


MAKALAH

MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA ARAB

 

TENTANG

“MEDIA PEMBELAJARAN DAN KOMUNIKASI

SERTA MANFAATNYA”

 

 images

 

OLEH :

KELOMPOK I

 

HASNA DESI AREPA        : 409.047

M. THAIB RIZKI                 : 409.093

NURUL HADI                      : 409.381

SYAFWAN RASYID           : 409.222

 

 

 

DOSEN PEMBIMBING:

HAMDAN HASIBUAN, S.Pd.I, M.Pd

 

 

PENDIDIKAN BAHASA ARAB FAKULTAS TARBIYAH

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)

IMAM BONJOL PADANG

1433 H/2012 M

 

 

 

 

 

 A.     Pengertian Media

Media secara harfiah memiliki arti “Perantara” atau “Pengantar”. 

Namun ada beberapa pengertian Media sebagai berikut:

  1. Media pembelajaran adalah sebuah alat yang berfungsi dan digunakan untuk menyampaikan pesan pembelajaran.
  2. Asosiasi Teknologi dan Komunikasi Pendidikan (AECT) di Amerika mengatakan bahwa media adalah segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan atau informasi.
  3. National Education Association (NEA) mengatakan bahwa media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik cetak maupun audio visual serta peralatannya.
    1. Gagne (1970) mengatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen atau sumber belajar dalam lingkungan pembelajar yang dapat merangsang pembelajar untuk belajar.
    2. Media adalah sebuah alat yang mempunyai fungsi menyampaikan pesan.[1]
    3. Briggs (1970) mengatakan bahwa media adalah segala wahana atau alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang pembelajar untuk belajar.[2]
    4. Schramm, mengatakan media adalah teknologi pembawa informasi atau pesan instruksional.
    5. Y. Miarso, mengatakan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemajuan pembelajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada diri pembelajarnya.[3]
    6. Media pembelajaran adalah sarana pendidikan yang dapat digunakan sebagai perantara dalam proses pembelajaran untuk mempertinggi efektifitas dan efisiensi dalam mencapai tujuan pengajaran.
    7. Dalam arti yang luas, media pembelajaran adalah alat, metode, dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara pengajar dan pembelajar dalam proses pembelajaran di kelas.[4]

Dari keseluruhan pengertian di atas, secara umum dapat dikatakan bahwa substansi dari media pembelajaran  adalah :

  1. Bentuk saluran, yang digunakan untuk menyalurkan pesan, informasi atau bahan pelajaran kepada penerima pesan atau pembelajar.
  2. Berbagai jenis komponen dalam lingkungan pembelajar yang dapat merangsang pembelajar untuk belajar.
  3. Bentuk alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang pembelajar untuk belajar.
  4. Bentuk-bentuk komunikasi yang dapat merangsang pembelajar  untuk belajar, baik cetak maupun audio, visual, dan audio-visual.

    B.     Perkembangan Media

 

B

ila dilihat perkembangan, pada mulanya media hanya dianggap sebagai alat bantu mengajar guru (teaching aids) . Alat bantu yang dipakai adalah alat bantu visual, yaitu gambar, model, objek, dan alat-alat lain yang dapat memberikan pengalaman konkrit, motivasi belajar serta mempertinggi daya serap dan retensi belajar siswa. Namun sayang, karena terlalu memusatkan perhatian pada alat bantu visual yang dipakainya orang kurang memperhatikan aspek desain, pengembangan pembelajaran produksi dan evaluasinya.

Pergeseran dan perkembangan penggunaan media dipengaruhi oleh kebutuhan zaman dan teori-teori yang muncul. Dengan masuknya pengaruh teknologi audio pada sekitar abad ke-20 alat visual untuk mengkonkritkan dilengkapi dengan digunakannya alat audio  yang dikenal dengan Audio Visual Aids (AVA).

Pada akhir tahun 1950, munculnya teori komunikasi mulai mewarna dan mempengaruhi penggunaan alat bantu audio visual.  Alat audio visual bukan hanya dipandang sebagai alat bantu saja, melainkan juga sebagai alat penyalur pesan atau media. Teori ini sangat penting dalam penggunaan  media untuk kegiatan program-program pembelajaran. Sayang sampai saat itu pengaruhnya masih terbatas pada pemilihan media saja. Faktor siswa belum begitu menjadi komponen utama dan belum mendapat perhatian.

Selanjutnya pada tahun 1960-1965 orang mulai memperhatikan siswa sebagai komponen yang penting dalam proses belajar mengajar. Hal ini karena dipengaruhi oleh teori tingkah laku, teori ini mendorong orang untuk lebih memperhatikan siswa dalam proses belajar mengajar. Mendidik adalah mengubah tingkah laku siswa.

Pada tahun 1965-1970 pendekatan sistem (System Approach) mulai menampakkan pengaruhnya dalam kegiatan pendidikan dan kegiatan pembelajaran. Pendekatan ini mendorong digunakannya media sebagai bagian integral dalam program pembelajaran. Setiap program pembelajaran harus direncanakan secara sistematis dengan memusatkan perhatian kepada siswa.

Perubahan yang terjadi disambut baik oleh para guru dan ahli audio visual.  Guru-guru mulai merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan tingkah laku  siswa. Untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut, mulai dipakai berbagai format. Dari pengalaman mereka, guru mulai belajar bahwa cara belajar siswa berbeda, sebagian lebih cepat belajar melalui media audio, sebagian lagi dengan media visual, adapula yang senang dengan media cetak. Maka, dari sinilah muncul konsep penggunaan multi media dalam kegiatan pembelajaran.

C.    Pertimbangan Pemilihan Media

P

emilihan media yang akan digunakan dalam pembelajaran menjadi suatu pertimbangan, karena media yang dipilih harus sesuai dengan:

  1. Tujuan pengajaran.
  2. Bahan pelajaran.
  3. Metode mengajar.
  4. Tersedia alat yang dibutuhkan.
  5. Pribadi pengajar.
  6. Minat dan kemampuan pembelajar.
  7. Situasi pengajaran yang sedang berlangsung.[5]

 

B. Pembelajaran Sebagai Proses Komunikasi

P

 

embelajaran pada hakikatnya adalah proses komunikasi. Dalam pembelajaran pesan atau informasi yang disampaikan dapat berupa pengetahuan, keahlian, skill, ide, pengalaman dan sebagainya.

Melalui proses komunikasi, pesan dapat diterima, diserap, dan dihayati penerima pesan, maka agar tidak terjadi kesalahan dalam proses komunikasi, perlu digunakan sarana yang dapat membantu proses komunikasi. Dalam pembelajaran nantinya, sarana/fasilitas alat yang digunakan untuk memperlancar komunikasi pembelajaran itulah yang disebut dengan media pembelajaran.

Dalam komunikasi tentu tidak terlepas dari komponen-komponen atau unsur-unsur yang ada di dalamnya. Harold Lasswell (1972) menyatakan bahwa unsur-unsur dalam proses komunikasi ini meliputi:

  1. Sender  yaitu komunikator yang menyampaikan pesan kepada seseorang atau sejumlah orang.
  2. Encoding yakni penyeandaian, yakni proses pengalihan pikiran ke dalam bentuk lambang.
  3. Message yakni pesan yang merupakan seperangkat lambang bermakna yang disampaikan oleh komunikator.
  4. Media yaitu saluran komunikasi tempat berlalunya pesan dari komunikator kepada komunikan.
  5. Decoding yaitu penguraian sandi, yakni proses di mana komunikan menetapkan makna pada lambang yang disampaikan oleh komunikator kepadanya.
  6. Receiver yaitu komunikan yang menerima pesan dari komunikator.
  7. Response yaitu  tanggapan, seperangkat reaksi dari komunikan setelah diterpa pesan.
  8. Feedback yaitu umpan balik, yakni tanggapan komunikan apabila tersampaikan atau disampaikan kepada komunikator.
  9. Noise  yaitu gangguan tak terencana yang terjadi dalam proses komunikasi sebagai akibat diterimanya pesan lain oleh komunikan yang berbeda dengan pesan yang disampaikan oleh komunikator kepadanya.

Namun dari beberapa unsur tersebut dapat diringkas dan dikaitkan dengan pembelajaran yakni:

  1. Pesan yaitu materi pelajaran
  2. Sumber atau pemberi pesan yaitu pengajar
  3. Media yakni alat-alat bantu
  4. Penerima pesan, adalah komponen-komponen dalam proses komunikasi yakni sebagai pembelajar. [6]
  5. Umpan balik yang manifestasinya berupa pertanyaan, jawaban dan persilangan pendapat, baik dari pihak pengajar maupun dari pembelajar.[7]

Apabila proses pembelajaran adalah komunikasi, maka pertama, pesan yang akan dikomunikasikan adalah isi pelajaran yang terdapat dalam kurikulum. Kedua, sumber pesan dapat saja pengajar, pembelajar, penulis buku ataupun orang lain. Ketiga, penerima pesan adalah pembelajar. Keempat, saluran yang digunakan. Dalam pembelajaran dapat menggunakan alat-alat bantu pembelajaran atau media pembelajaran.

C.  Hambatan-hambatan komunikasi dalam Pembelajaran

A

da beberapa faktor yang menjadi penghambat atau penghalang proses komunikasi. Penghambat tersebut biasa dikenal dengan istilah barriers atau noises. Hambatan itu ada yang bersifat:

1)     Internal, seperti adanya hambatan psikologis seperti minat, sikap, pendapat, kepercayaan, intelegensi, pengetahuan dan hambatan fisik seperti kelelahan, sakit, keterbatasan daya indera dan cacat tubuh.

2)     Eksternal seperti hambatan kultural seperti perbedaan adat istiadat, norma-norma sosial, kepercayaan dan nilai-nilai panutan. Hambatan lingkungan yaitu hambatan yang ditimbulkan situasi dan kondisi keadaan sekitar.

Maka dalam mengatasi hambatan yang terjadi maka solusinya adalah dengan media. Dengan kata lain diperlukan berbagai alat atau media yang dapat berfungsi sebagai sarana yang digunakan untuk menyalurkan pesan sekaligus kepandaian pengajar dalam menggunakan media atau alat  tersebut.

 

BAB III

TUJUAN DAN MANFAAT

MEDIA PEMBELAJARAN

 A.    Tujuan Media Pembelajaran

T

ujuan media pembelajaran sebagai alat bantu pembelajaran adalah sebagai berikut:

  1. Mempermudah proses pembelajaran di kelas
  2. Meningkatkan efisiensi proses pembelajaran
  3. Menjaga relevansi antara materi pelajaran dengan tujuan belajar
  4. Membantu konsentrasi pembelajar dalam proses pembelajaran.

B.     Manfaat Media Pembelajaran

Adapun manfaat media pembelajaran itu adalah:

  1. Pengajaran lebih menarik perhatian pembelajar sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar.
  2. Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya, sehingga dapat lebih dipahami pembelajar serta memungkinkan pembelajar menguasai tujuan pengajaran dengan baik.
  3. Metode pembelajaran bervariasi, tidak semata-mata hanya berkomunikasi verbal melalui penuturan kata-kata lisan pengajar, pembelajar tidak bosan dan pengajar pun tidak kehabisan tenaga.
  4. pembelajar lebih banyak melalui kegiatan belajar.
  5. Mengatasi keterbatasan waktu, ruang dan daya indera, seperti :
    1. Objek yang terlalu besar dapat diganti dengan realita, gambar, film bingkai, film, model
    2. Objek yang kecil dibantu dengan proyektor mikro, film bingkai, gambar.
    3. Gerak yang terlalu lambat atau cepat dapat dibantu dengan timelapse dan  highspeed photography.
    4. Kejadian masa lampau dapat ditampilkan lewat rekaman film, video, VCD.
    5. Objek yang terlalu kompleks dapat disajikan dengan model dan diagram.
    6. Konsep yang terlalu luas dapat divisualkan dengan bentuk film, gambar dan lain-lain.

Selain itu, apabila diperinci:

  1. Manfaat bagi Pengajar
    1. Memberikan pedoman, arah untuk mencapai tujuan.
    2. Menjelaskan struktur dan urutan pengajaran secara baik.
    3. Memberikan kerangka sistematis mengajar secara baik.
    4. Memudahkan kendali pengajar terhadap materi pelajaran.
    5. Membantu kecermatan, ketelitian dalam penyajian materi pelajaran.
    6. Membangkitkan rasa percaya diri seorang pengajar.
    7. Meningkatkan kualitas pengajaran.
    8. Manfaat bagi pembelajar
      1. Meningkatkan motivasi belajar pembelajar.
      2. Memberikan dan meningkatkan variasi belajar pembelajar.
      3. Memberikan struktur materi pelajaran dan memudahkan pembelajar untuk belajar.
      4. Memberikan inti informasi, pokok-pokok secara sistematik sehingga memudahkan pembelajar untuk belajar.
      5. Merangsang pembelajar untuk berpikir dan beranalisis.
      6. Menciptakan kondisi dan situasi belajar tanpa tekanan.
      7. Pembelajar dapat memahami materi pelajaran dengan sistematis yang disajikan pengajar lewat media pembelajaran

        C.    Fungsi Media Pembelajaran

        1. Fungsi atensi berarti media visual merupakan inti, menarik, dan mengarahkan perhatian pembelajar untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran.
        2. Fungsi afektif maksudnya media visual dapat terlihat dari tingkat kenikmatan pembelajar ketika belajar membaca teks bergambar.
        3. Fungsi kognitif bermakna media visual mengungkapkan bahwa lambang visual memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mendengar informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.
        4. Fungsi kompensatoris artinya media visual memberikan konteks untuk memahami teks membantu pembelajar yang lemah dalam membaca.
        5. Untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatkannya kembali.[8]

 

BAB IV

P E N U T U P

  1. A.    Kesimpulan
    1. Media secara harfiah memiliki arti “perantara” atau “Pengantar”
    2. Media pembelajaran secara istilah diartikan alat, metode, dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara pengajar dan pembelajar dalam proses pembelajaran di kelas.
    3. Komunikasi ditinjau dari etimologi, komunikasi berasal dari kata “communicare” yang berarti “membuat sama”. Definisi kontemporer menyatakan bahwa komunikasi berarti “mengirim pesan”.
    4. B.     Saran

Dari beberapa pemaparan makalah, pemakalah menyadari masih ada kesalahan dan kekeliruan dalam pengetikan maupun dalam penyampaian atau bahasa makalah yang masih meragukan pembaca. Maka dari itu, pemakalah sangat mengharapkan saran dan kritik dari pembaca dalam penulisan makalah dan bisa menjadi evaluasi bagi pemakalah untuk ke depan. Namun, sedikit banyaknya materi makalah ini, mudah-mudahan dapat menambah wawasan dan pengetahuan pembaca.

DAFTAR KEPUSTAKAAN

 

Arsyad, Azhar. 1997. Media Pengajaran. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada

Ramayulis. 2003. Pengantar Ilmu Pendidikan. Jakarta: Kalamulia

Sabri, Ahmad. 2005. Strategi Belajar Mengajar dan Micro Teaching. Jakarta: Ciputat Press

Sadiman, Arief S. dkk. 2003. Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatanya. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Sanaky, Hujair A.H. 2009. Media Pembelajaran. Yogyakarta: Safiria Insania Press.

Tim Dosen FIP-IKIP Yogyakarta, 1992, Bacaan Wajib Media Pembelajaran, Diktat, Yogyakarta

Http://Tulisendw.Blogspot.Com/2010/06/Komunikasi-Dalam-Pembelajaran.Html, diakses pukul 8:11 malam, tanggal 22 oktober 2011

Http://Www.Mediapendidikan.Net/Index.Php?Option=Com_Content&View=Article&Id=2:Komunikasi-Efektif&Catid=1:Pendidikan&Itemid=2 diakses tanggal 22 Oktober 2011, pukul 8 :14 malam


[1] Dikutip dari Ouda Teda Ena, Membuat Media Pembelajaran Interaktif dengan Piranti Lunak Presentasi, From: http;//www.ialf.edu/kipbipa/papers/OudaTedaEna.Doc

[2]Arief S. Sadiman, dkk. 1990, Media Pendidikan, Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya, CV. Rajawali, Jakarta, h. 8

[3]Tim Dosen FIP-IKIP Yogyakarta, 1992, Bacaan Wajib, Media Pembelajaran, Diktat, Yogyakarta, h. 5

[4] Oemar Hamalik, 1989, Media Pendidikan, h. 12

[5] Ibid , h.6

[6] Arief S. Sadiman, dkk, 1990, Media Pendidikan, CV. Rajawali, Jakarta, h. 11-12

[7] Tim Dosen FIP-IKIP Yogyakarta, 1992, Bacaan Wajib Media Pembelajaran, Diktat, Yogyakarta, h. 3

[8] Azhar Arsyad, 1997, Media Pengajaran, PT Rajagrafindo Persada, Jakarta, h. 16-17

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s