TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL


Makalah

Metodologi Penelitian

Tentang

Teknik Pengambilan Sampel

 

 

Di susun oleh:

Petri Harmaleni     409 061

Setti Dian Ferina    409 066

Diana Rohmayati   409 074

                                       

Dosen Pembimbing:

RAHMAWATI, M.A

 

JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA ARAB FAKULTAS TARBIYAH

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)

IMAM BONJOL PADANG

1432 H/2011 M

KATA PENGANTAR

 Segala puji dan syukur dipersembahkan kepada Allah SWT, karena semua ini adalah berkat rahmat dan hidayah-Nya, sehingga pemakalah dapat menyelaesaikan makalah yang berjudul “teknik pengambilan sampel”. Shalawat dan salam untuk junjungan Nabi Muhammad SAW yang membawa manusia kejalan ilmu pengetahuan yang begitu luas. Usapan terima kasih kami untuk dosen pembimbing yang selalu mengarahkan dalam proses perkuliahan.

Pembuatan makalah ini dalam rangka untuk memenuhi tugas mata kuliah Metodologi Penelitian.

Padang, 28 Desember 2011

Pemakalah

BAB I

PEDAHULUAN

 Tiap penelitian memerlukan sejumlah orang yang harus kita selisiki. Secara ideal kita harus menyelidiki keseluruhan populasi. Bila populasi terlalu besar kita ambil sejumlah sampel yang representative, yaitu yang mewakili keseluruhan populasi itu. Dengan menyelidiki sampel itu kita ambil kesimpulan berupa populasi.

Salah satu konsep yang berhubungan erat dengan sampel adalah populasi. Populasi adalah keseluruhan gejala/satuan yang ingin diteliti. Sementara itu, sampel merupakan bagian dari populasi yang ingin diteliti.

Terkait dengan hal tersebut, kami akan menjelaskan lebih lanjut dalam makalah ini tentang pengertian populasi dan sampel serta alasan-alasan pengambilan sampel. Untuk lebih jelasnya akan dibahas pada bab berikutnya.

BAB II

PEMBAHASAN

POPULASI DAN SAMPEL DALAM PENELITIAN

  1. A.    POPULASI

Populasi adalah objek penelitian sebagai sasaran untuk mendapatkan dan mengumpulkan data. Namun, dalam kegiatan penelitian untuk menjangkau keseluruhan dari objek tidak mungkin dlakukan. Apabila peneliti ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi. Studi atau penelitiannya juga disebut populasi atau sensus[1]. Arti darisensus yaitu cara untuk mendapatkan keterangan (informasi) dari semua anggota populasi dan tanpa terkecuali.[2]

Macam populasi, antara lain adalah populasi  terhingga dan tak terhingga. Yang dmaksud dengan populasi terhinga yaitu sekumpulan objek yang akan dijadikan sebagai bahan kajian penelitian yang  jumlahnya tertentu. Sedangkan yang dimaksud dengan populasi tak terhingga adalah sekumpulan objek yang akan diteliti berjumlah tidak terhingga banyaknya.[3]

 

  1. B.     SAMPEL

Sampel adalah sebagian individu yang diselidiki dari keseluruhan individu penelitian.[4] Jika kita hanya akan meneliti sebagian dari populasi, maka penelitian tersebut disebut penelitian sampel[5]. Sampel yang baik yaitu sampel yang memiliki populas atau yang representetif artinya menggambarkan keadaan populasi atau mencerminkan populasi secara maksimal tetapi mewakili sampel bukan merupakan duplikat dari populasi.[6]

Jadi penelitian hanya dilakukan pada sampel tidak pada populasi. Namun kesimpulan-kesimpulan penelitian mengenai sampel itu akan dikenakan ataudigeneralisasikan terhadap populasi. Generalisasi dari sampel ke populasi ini mengandung resiko bahwa akan terdapat kekeliruan atau ketidaktepatan, karena sampel tidak kan menerminkan secara tepat keadaan populasi.[7]

Petunjuk-petunjuk untuk mengambil sampel:

  1. Daerah generalisasi

Yang penting disini adalah menentukan terlebih dahulu luas populasinya sebagai daerah generalisasi, setelah itu barulah menentukan sampelnya sebagai daerah penelitiannya. Disamping itu yang terpenting adalah jika yang dselidiki hanya satu kelas saja, jangan diperluas sampai ke kelas lain, apalagi sampai menyimpulkan untuk sekolah-sekolah lain.

  1. Penetapan sifat-sifat populasi dan ketegasan batas-batasnya

Bila luas populasi telah ditentukan, maka segera diikuti penegasan tentang sifat-sifat populasinya. Penegasan ini adalah sangat penting., bila menginginkan adanya validitas dan realibilitas bagi penelitinya. Oleh sebab itu, haruslah ditentukan terlebih dahulu luas dan sifat populasi, dan memberikan batas-batas yang tegas, barulah kemudian menetapkan sampelnya. Jangan sebaliknya yaitu menetapkan sampelnya terlebih dahulu baru kemudian menyusul populasinya.

  1. Sumber-sumber informasi tentang populasi

Untuk mengetahui cir-ciri populasi secara terperinci dapat diperoleh melalui bermacam-macam sumber informasi tentang populasi tersebut. Seperti, dokumen-dokumen yang disusun oleh instansi dan organisasi.[8]

  1. Menetapkan besar kecilnya sampel

Seringkali para peneliti dihadpakan pada persoalan yang sulit untuk mendapatkan ukuran sampel yang dapat dikatakan mewakili populasinya, hal ini lebih disebabkan karena banyanya perbedaan persepsi satu pemikiran dan pemikiran lainnya. Pada intinya penetapan ukuran sampel tersebut sesungguhnya sangat tergantung dari karakteristik elemen populasinya (homogeny atau tidak).[9]

  1. Menetapkan teknik sampling

Didalam sampel ada yan disebut dengan biased sample, artinya sampel yang tidak mewakili populasi atau disebut juga dengan sampel yang menyeleweng. Pengambilan sampel yang menghasilkan sampel menyeleweng disebut biased sampling.

Biased sampling adalah pengambilan sample yang tidak dari seluruh populasi, tetapi hanya dari salah satu golongan populasi saja, tetapi generalisasinya dikenakan kepada seluruh populasi.[10]

Bagaiman cara pengambilan sampel? Pertanyaan ini mengarah kepada jawaban yang disebut dengan teknik pengambilan sampel atau teknik sampling. Pengambilan sampel haru sdilakukan sedemikian rupa sehingga diperoleh sampel (contoh) atau dapat menggambarkan keadaan populasi yang sebenarnya. Contohnya, air  the. Agar populasi menjadi homogeny, maka harus kita aduk dulu agar manisnya sama.[11]

Cara sampling cocok dilakukan bila sesuai dengan hal-hal berikut:

1)      Kehomogenan populasi terlihat

2)      Kondisi populasinya tidak mempunyai batas

3)      Untuk menghemat waktu dan biaya

4)      Berisiko merugikan subjek penelitian[12]

Teknik-teknik pengambilan sampel penelitian yang dapat dilakukan :

1)      Sampel random atau sampel acak, sampel campur

Teknik sampel ini diberi nama demikian karena didalam pengambilan sampelnya, peneliti “mencampur” sujek-subjek didalam populasi sehungga semua subjek dianggap sama. Setiap subjek yang terdaftar sebagai populasi diberi nomor urut mulai dari satu sampai dengan banyaknya subjek. Didalam pengambilan sampel biasanya peneliti sudah menentukan terlebih dahulu besarnya jumlah sampel yang baik.

Kebanyakan peneliti beranggapan bahwa semakin banyak sampel atau semakin besar persentase sampel dari popuasi, hasil penelitian akan semakin baik. Anggapan ini benar, tapi tidak selalu demikian. Hal ini tergantung dari sifat-sifat atau ciri-ciri yang dikandung oleh subjek penelitian populasi. Sifat-sifat atau cirri-ciri penelitian tersebut  bertalian erat dengan homogenitas subjek dalam populasi.

Jika kita akan meneliti tingkat kedisiplinan siswa disuatu sekolah, maka sifat atau cirinya yaitu yang berhubungan dengan atau banyk mempengaruhi tingkat kedisiplinan siswa ada bermacam-macam, antara lain tingkatan kelas, jrnis kelamin dan suasana keluarga.[13]

2)      Sampel bersrata

Apabila sampel berpendapat bahwa populasi terbagi atas tingkatan atau sastra, mala pengambilan sampel tidak boleh dilakukan secara random. Adanya strata, tidak boleh diabaikan dan setiap strata harus diwakili sebagai sampel.

Misalnya kita akan meneliti kehadiran kuliah mahasiswa. Apabila kesimpulannya akan diberlakukan untuk seluruh institusi, maka kita harus mengambil sampel wakil dari semua tingkat. Strata ekonomi, strata pendidikan, strata umur, strata kelas, dan sebagainya, dapat digunaka sebagai dasar penentuan sampel strata.

Sampel ini digunakan apabila kita berpendapat bahwa ada perbedaan ciri atau karakteristik antara strata yang ada, sedangkan perbedaan tersebut mempengaruhi variabel. Jika tidak ada pebedaan ciri antara tingkat yang ada, kitaboleh menggunakan sampel random.

3)      Sampel wilayah

Sama halnya seperti pada sampel berstrata dilakukan karena adanya perbedaan antara strata satu dengan strata yang lainnya, sehingga kita lakukan sampel wilayah jika ada perbedaan antarasatu wilayah dengan wilayh lainnya. Sampel wilayah adalah teknik sampling yang dilakukan dengan mengambil wakil dari setiap wilayah yang terdapat dalam populisi.

4)      Sampel proposi  atau sampel imbangan

Teknik ini dilakukan untuk menyempurnakan penggunaan teknik sampel strata atau wilayah. Adakalanya banyaknya subjek yang terdapat pada setiap strata atau sampel wilayah tidak sama. Sebab itu, untuk memperoleh sampel yang representatif, pengambilan subjek dari setiap strata atau setiap wilayah ditentukan seimbang atau sebanding dengan banyaknya subjek dalam masing-masing strata atau wilayah.

5)      Sampel bertujuan

Sampel ini dilakukan dengan cara mengambil subjek bukan didasarkan atas strata, random atau wilayah akan tetapi didasarkan atas adanya tujuan tertentu. Teknik ini biasanya dilakukan karena beberapa pertimbangan, misalnya alasan keterbatasan waktu, tenaga dan dana sehingga tidak dapat mengambil sampel yang besar dan jauh.

Walaupun cara seperti ini diperbolehkan,  peneliti harus memenuhi syarat-syarat dibawah ini :

  1. Pengambilan sampel harus didasarkan pada ciri-ciri, sifat-sifat atau karakteristik tertentu, yang merupakan ciri-ciri pokok populasi.
  2. Subjek yang di ambil sebagai sampel benar-benar merupakan subjek yang paling banyak mengandung ciri-ciri yang banyak terdapat pada populasi.
  3. Menentukan karakteristik populasi dilakukan dengan cermat didalam studi pendahuluan.[14]
  4. Sampel kelompok/cluster sample.

6)      Sampel kuota

Pengambilan sampel kuota lebih menekankan kepada masalah pertimbangan jumlah, sesuai dengan namanya, yaitu kuota yang berarti jatah (tentang jumlah) sesuatu, maka penarikan sampel dilakukan sangat tergantung kepada jenis-jenis subjek penelitian yang di kuotakan.[15]

Sampel terdiri dari sekelompok individu yang dipilh dari kelompok yang lebih besar dimana pemahaman dari hasil penelitan akan diberlakukan. (sumber: hajar, ibnu. Dasar-dasar metodologi penelitian kuantitatif dalam pendidikan. Cet 1__jakarta: PT. RajaGrafindo persada, 1996)

Alasan –alasan/ pertimbangan-pertimbangan memilih metode sampling

Untuk menentukan metode sampling manakah yang akan dilakukan perlu kita pertimbangan hal-hal berikut:

  1. Tujuan penelitian. Bila kita ingin mencapai generalisasi yang berlaku bagi keseluruhan populasi, maka perlu kita pakai sampling acakan atau random. Kalau kita bertujuan untuk memperoleh kesan-kesan umum dalam waktu singkat dapat kita gunakan non-probality sampling.
  2. Pengetahuan tentang pupulasi. Bila kita tidak mempunyai pengetahuan yang cukup tentang populasi , sampling acakan tidak dapat kita laksanakan dengan baik.
  3. Kesediaan. Untuk menjadi populasi sebagai sampel. Sering timbul kesulitan untuk mendapatkan kesediaan orang untuk dijadikan sampel.
  4. Jumlah biaya yang tersedia untuk penelitian
  5. Besar populasi. Bila populasi sangat besar, sampling daerah yang paling serasi. Bila populasi kecil, ada kemungkinan bagi sampling jenuh atau padat
  6. Fasilitas yang tersedia seperti komputer dan kalkulator .

(sumber:metode research:penelitian ilmiah/ S.Nasution__Ed. 1. Cet 2__jakarta: bumi aksara,1996.)

BAB III

PENUTUP

  1. A.    Kesimpulan

Dalam proses penelitian, ketetapan dalam menentukan data yang dicari adalah suatu urusan yang mutlak diperlukan. Dengan demikian, tujuan penelitian akan dapat terpenuhi dengan baik. Sumber data pada penelitian adalah subjek dari mana data dapat diperoleh.

Sehubungan dengan wilayah sumber data yang dijadikan sebagai subjek penelitian ini, maka dikenal jenis penelitian :

  1. Populasi

Peneliti ingin meneliti semua yang ada dalam wilayah penelitian, maka disebut penelitian populasi.

  1. Sampel

Jika kita hanya akan meneliti sebagian dari populasi, maka penelitian tersebut disebut dengan penelitian sampel.

Cara pengamblan sampel penelitian yang dapat dilakukan yaitunya peneliti mencampurkan subjek-subjek didalam populasi sehingga semua objek dianggap sama, sampel strata dilakukan jika ada perbedaan cirri antara strata yang ada, dan masih ada cara-cara yang lain.

  1. B.     Kritik dan Saran

Berdasarkan apa yang telah dipaparkan dalam bab pembahasan, pemakalah masih banyak informasi yang belum pemakalah ketahui. Jadi, jika ada yang perlu ditambahkan dalam pembahasan ini, maka pemakalah menerimanya.

DAFTAR KEPUSTAKAAN

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta

Narbuko, chalid dan Abu Ahmadi. 2004. Metode Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara

Subagyo, Joko. 2006. Metode Penelitian Dalam Teori dan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta

Subana dan Sudrajat. 2005. Dasar-dasar Penelitian Ilmiah. Bandung : Pustaka Setia

Supangat, And. 2008. Statistika dalam Kajian Deskriptif, Inferensi, dan Noon Parametrik. Jakarta : Kencana

Suryabrata, Sumadi. 2010. Metode penelitian. Jakarta: Rajawali Pers


[1] Suharsimi Arikunto.Op cit. Hal 103

[2] Andi Supangat. Op cit. Hal 4

[3] Andi Supangat. Loc cit. Hal 3

[4] Chalid Narbuko dan Abu Ahmadi. Metode Penelitian. Jakarta : 2004. Hal 107

[5] Suharsimi Arikunto. Op cit. Hal 104

[6] Chalid Narbuko dan Abu Ahmadi. Metode Penelitian. Jakarta : 2004. Hal 107

[7] Sumadi Suryabrata. Metodologi Penelitian. Jakarta:2010. Hal 35

[8] Chalid Narbuko dan Abu Ahmadi. Op cit. Hal 108-109

[9] Andi Supangat. Op cit. Hal 7

[10] Chalid Narbuko dan Abu Ahmadi. Op cit. Hal 110

[11] Suharsimi Arikunto. Op cit. Hal 133

[12] Subana dan Sudrajat. Dasar-dasar penelitian ilmiah. Bandung: 2005. Hal 116

[13] Suharsimi Arikunto. Op cit. Hal134-135

[14] Suharsimi Arikunto.Op cit. Hal 138-140

[15] Ibid. Hal 126

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s