Gila Bola, Bola menggila?!


Awal kata pembuka kalam

Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh…

Berharap sepenuh hati, menyerah sepenuh jiwa, akan Rahmat Allah swt., semoga senantiasa dalam lindungan-Nya. Bersyukur sepanjang hayat, ingat setiap helaan nafas akan Rahmat, Nikmat, dan Hidayah Allah swt. Sepenuhnya sudah menjadi fitrah bagi kita, setelah dikasih berterima kasih, setelah diberi kita memberi. Seumur hidup kita dalam kasih dan sayang-Nya, dengan pemberian-Nya kita hidup dan menghidupi serta berkehidupan yang tentram dan bahagia. Jika hendak kita mengucap membilang rahmat-Nya sungguh tidak cukup lagi kata untuk mengucapkannya, jika hendak menulis dan menghitung pena dan tinta manalagi yang mesti gunakan untuk menulisnya. Mesin komputer secanggih apa yang mampu menghitung Rahmat-Nya. Luar biasa, tak satupun manusia mampu membuat mata seindah mata ciptaan-Nya, Seelok wajah yang ukir-Nya, setulus cinta, kasih dan sayang yang dicurahkan-Nya dalam rentang kehidupan kita.

Kalimat-kalimat tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil yang seharusnya menjadi pembasah lidah kita saat berbicara. Kalimat ajakan mengagungkan Allah yang mesti kita sorakkan di tengah keramaian manusia yang kadang lupa akan kasih sayang Allah.

Kewajiban kita untuk mengenang perjuangan seorang figur dan contoh teladan dalam hidup kita, yang dipuji dalam kitab suci, yang disebut-sebut akan keindahan akhlaknya di sepanjang rentang kehidupan manusia. Patut kita jadikan contoh, beliaulah idola kita, yang harus kita cintai yang telah mencintai kita meski tak pernah bersua. Beliaulah Baginda Rasul Muhammad saw. Setiap perjuangan dan tekad beliau yang kuat untuk tegaknya kalimah tauhid di bumi Allah ini harus kita lanjutkan dan kita perjuangkan.

Sekedar bantahan jiwa, keluhan hati….

“Gila bola, bola menggila” itu yang selalu menghantui benakku.

Kadang kubertanya kepada diriku sendiri. Mengapa bisa menggila seperti ini? adakah manfaat untuk dunianya, berbekal untuk akhiratnya? Sulit dibenarkan karena sudah merakyat di hati kebanyakan mereka. Adakala hati kecil itu membantah, tapi hantaman nafsu mengalahkan rasa. Kenapa tidak, berapa kerugian waktu yang terbuang sia-sia hanya karena duduk menegang di depan televisi melihat nun jauh di sana mengarak bola. Tanpa susah berlari dan menyesak nafas terasa puas, karena mengenal pemain dan permainannya, karena melihat idola menerobos jaring di tiang

Kapan ini datang, siapa yang membawa mereka tidak peduli. Hikmahnya apa, manfaatnya apa! mereka pun tak menghiraukannya. yang penting itu adalah hobi, mengasyikkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s