Perkembangan Peserta Didik Pra Puber


MAKALAH

PSIKOLOGI PERKEMBANGAN

Tentang

PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK MASA

PRA PUBER

Di susun oleh:

KELOMPOK 5

PAUSIL                    409 054

RIKA WATI            409 075

SETRIA PUTRI    409  164

ISHARMAN           409 203

RAMMIDAYATI 409 337

ABRORIKA             409 349

Dosen pembimbing:

Dra. Mimi Suharty

PENDIDIKAN BAHASA ARAB

FAKULTAS TARBIYH

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)

IMAM BONJOL PADANG

1431 H/2010 M


BAB I
PENDAHULUAN

  1. A. Latar Belakang

Pembahasan Psikologi Perkembangan meliputi mulai dari perkembangan pranatal sampai perkembangan pada masa dewasa. Pembahasan sebelum ini adalah tentang perkembangan anak masa sekolah yang dikenal juga dengan perkembangan akhir masa kanak-kanak, yang mana pada masa anak-anak yang sudah melanjutkan ke jenjang pendidikan  sekolah dasar. Selanjutnya  dalam bab ini kami akan membahas tentang perkembangan peserta didik pada masa pra puber, yang mana pada masa ini adalah masa peralihan dari masa sekolah menuju masa puberitas, yang mempengaruhi penyesuaian diri pribadi dan penyesuaian sosial anak.

Dari uaraian di atas sudah tergambar pembahasan yang akan kami uraikan dalam makalah ini, yaitu tentang Perkembangan Peserta Didik pada Masa pra Puber (Remaja Awal)”. Rumusan masalah yang akan dibahas dapat kami gambarkan dalam uraian berikut ini:

  1. Pengertian Pra Puber
  2. Ciri-ciri Masa Pra Puber
  3. Perkembangan Fisik, Kognitif, Emosi, dan Sosial Anak
  4. Bahaya-Bahaya Masa Pra Puber
  1. B. TUJUAN

Tujuan makalah ini disusun adalah sebagai berikut:

  1. Untuk menambah wawasan penyusun dan pembaca tentang perkembangan anak yang sedang menginjak usia pra puber
  2. Mengetahui ciri-ciri anak yang sedang menginjak usia ini serta mengetahui bahaya-bahayanya
  3. Sebagai tugas kelompok untuk salah satu penilaian semester II dalam mata kuliah Psikologi Perkembangan

BAB II

PERKEMBANGAN REMAJA AWAL

(PRA PUBER)

  1. A. PENGERTIAN

Masa ini adalah masa peralihan dari masa sekolah menuju masa puberitas, di mana seorang anak yang telah besar, (puer, = anak besar) ini sudah ingin berlaku seperti orang dewasa tetapi dirinya belum siap, termasuk kelompok orang dewasa.

Pra puberitas adalah saat-saat terjadinya kematangan seksual yang sesungguhnya, bersamaan dengan terjadinya perkembangan fisiologis yang berhubungan dengan kematangan kelenjer endokrin. Kelenjer endokrin adalah kelenjer yang bermuara langsung di dalam saluran darah. Dengan melalui pertukaran zat yang ada di antara jaringan-jaringan kelenjer dengan pembuuluh rambut di dalam kelenjer tadi. Zat-zat yang dikeluarkan itu disebut hormon, selanjutnya hormon-hormon tadi memberiikan stimulasi pada tubuh anak, sedemikian rupa. Sehingga anak merasakan adanya rangsangan-rangsangan tertentu. Suatu rangsangan hormonal ini menyebabkan rasa tidak tenang pada diri anak, suatu rasa yang belum pernah dialami sebelumnya pada akhir dunia anak-anaknya yang cukup menggembirakan.

Peristiwa kematangan tersebut pada wanita terjadi 1,5 sampai 2 tahun lebih awal daripada pria. Terjadinya kematangan jasmani bagi wanita biasa ditandai dengan adanya menstruasi (mensis/t=bulan=dating bulan). Sedang pada pria ditandai dengan keluarnya sperma yang pertama, biasanya lewat bermimpi merasakan kepuasan seksual.

Kematangan atas jenis kelamin tersebut, banyak bergantung dengan iklim, lingkungan budaya setempat, bangsa, dan lain-lain, sehingga peristiwa ini tiap-tiap bangsa di dunia seringkali terjadi perbedaan waktunya, yang menyolok. Contoh bagi Indonesia dan Prancis terjadi pada usia 13-14 (karena adanya kesamaan iklim). Tetapi di negeri panas, Arab Saudi ± umur 11-12. dan di Malabar pada umur 8-9. di negeri dingin, Siberia terjadi pada umur ± umur 17-19.

Batasan usia remaja awal (pra Puber) yang umum digunakan para ahli adalah antara umur 12-15 tahun. Tetapi menurut Monks, Knoers, dan Haditono (2001) batasan usia pra puber ini antara umur 10-12 tahun.[1]

  1. B. CIRI-CIRI MASA PRA PUBER
    1. 1. Ciri-ciri primer

Ciri-ciri primer di sini maksudnya ialah ciri-ciri yang menunjukkan pada organ tubuh secara langsung berhubungan dengan proses reproduksi.[2]

  1. Bagi pria ditandai dengan keluar sperma pertama kali atau yang dikenal dengan “mimpi basah”.

Hal ini dipengaruhi oleh hormone perangsang yang diproduksi oleh kelenjer bawah otak (pituitary gland). Hormon ini merangsang testis, sehingga testis menghasilkan hormon testosteron dan androgen sesrta spermatozoa.

  1. Bagi wanita ditandai dengan menstruasi (menarche)

Yaitu menstruasi yang pertama kali dialami oleh seorang gadis. Hal ini dipengaruhi oleh perkembangan indung telur (ovarium) yang terletak dalam rongga perut wanita bagian bawah, di dekat uterus, yang berfungsi memproduksi sel-sel telur dan hormon-hormon estrogen dan progestrogen. Progestrogen berfungsi untuk mematangkan sel telur. Sedangkan estrogen mempengaruhi pertumbuhan sifat-sifat kewanitaan pada tubuh seseorang dan mengatur siklus Haid atau Menstruasi.

  1. 2. Ciri-ciri Sekunder

Ciri-ciri sekunder adalah ciri-ciri jasmaniah yang tidak langsung berhubungan dengan proses reproduksi, namun merupakan tanda-tanda yang membedakan antara laki-laki dan perempuan.[3]

  1. Bagi pria

1)      Tumbuh suburnya rambut, janggut, kumis, dan lainnya

Sudah lazimnya dalam kehidupan ditemukan seorang anak yang baru menginjak masa remaja ini ditandai dengan tumbuhnya bulu-bulu halus di sebagian tubuh, seperti janggut, kumis, dan lain sebagainya. Hal ini terjadi karena rangsangan kelenjer endoktrin yang bermuara di dalam darah.[4]

2)      Selaput suara semakin besar dan berat

3)      Wajah anak-anak sudah mulai hilang, seperti dahi yang semula sempit sekarang menjadi lebih luas, mulut melebar, dan bibir lebih menjadi penuh

4)      Terjadi percepatan pertumbuhan otot sehingga terjadi pengurangan lemak dalam tubuh. Perkembangan oto anak laki-laki lebih cepat dari anak perempuan, karena lebih banyak memiliki jaringan otot, sehiingga anak laki-laki lebih kuat dari anak perempuan

  1. Bagi wanita

1)      Pinggul semakin besar

2)      Kelenjer-kelenjer pada dada menjadi berisi (lemak)

3)      Suara menjadi bulat, merdu, dan tinggi

4)      Muka menjadi bulat dan berisi

  1. 3. Ciri-ciri tertier

Ciri-ciri tertier merupakan ciri-ciri yang berakibat dari dua ciri-ciri di atas. Di antaranya sebaggai berikut:

  1. Perubahan sikap dan perilaku
  2. Munculnya perasaan-perasaan negatif  pada diri anak
  3. Ingin melepas diri dari orang tua
  4. Anak ingin menyamakan dirinya dengan orang dewasa

  1. C. PERKEMBANGAN REMAJA AWAL
    1. 1. Perkembangan Fisik

Secara umum, terjadi pertumbuhan dan perkembangan pisik yang sangat pesat dalam masa remaja awal (12/13 tahun). Menurut Dr. Zakiah Daradjat, bahwa di antara hal yang kurang menyenangkan remaja, adalah adanya beberapa bagian tubuh yang cepat pertumbuhannya, sehingga mendahului bagian yang lain seperti kaki, tangan dan hidung yang mengakibatkan cemasnya remaja melihat wajah dan tubuhnya yang kurang bagus.

  1. Tinggi

Tinggi rata-rata anak laki-laki adala sekitar 59 atau 60 inci (150 atau 152 cm)sedangkan anak perempuan sekitar 54 atau 55 inci (137 cm atau 140 cm). Karena penambahan tinggi anak laki-laki dan anak perempuan selama masa remaja sekitar 9 atau 10 inci (22,5 cm atau 25 cm) dan pertumbuhan relatif lebih sedikit, maka perempuan pada akhirnya lebih pendek dibanding laki-laki.[5]

  1. Berat

Percepatan pertumbuhan badan juga terjadi dalam penambahan berat badan, yakni sekitar 13 kg bagi anak laki-laki dan 10 kg bagi anak perempuan. Pertumbuhan ini lebih mudahh dipengaruhi melalui diet, latihan, dan gaya hidup umumnya.[6]

  1. 2. Perkembangan Kognitif

Pertumbuhan Otak dan Perkembangan Kemampuan Remaja Awal
Pertumbuhan otak anak wanita mengikat lebih cepat dalam usia 11 tahun dibandingkan pertumbuhan otak pria, tetapi pertumbuhan otak anak pria di usia 13 tahun meningkat 2 kali lebih cepat dibandingkan dengan kecepatan pertumbuhan anak wanita seusia. Selain itu terdapat pula bukti-bukti hasil penelitian yang menyimpulkan hal yang menyangkut pola dan cara berpikir remaja cenderung mengikuti orang-orang dewasa yang telah menunjukkan kemampuan berpikirnya. Ini mengisyaratkan adanya sisi positif dari perkembangan kemampuan psikis remaja awal. Sisi positif pertumbuhan otak dan perkembangan kemampuan pikir remaja, memanglah berimplikasi terhadap praktek-praktek pendidikan di sekolah

Menurut teori Piaget ada dua perkembangan kognitif pada diri anak, yakni sebagai berikut:[7]

  1. Anak sudah mulai berpikir secara abstrak dan hipotesis, anak mampu memikirkan sesuatu yang akan atau mungkin terjadi.
  2. Anak mulai berpikir secara sistematik, mampu memikirkan segala kemungkinan secara sistematik untuk memecahkan suatu masalah
  3. 3. Perkembangan Emosi (afektif)

Perkembangan (dua pertumbuhan) sikap, perasaan emosi, remaja awal, sikap perasaan/emosi seseorang telah ada 2 berkembang semenjak ia bergaul dengan lingkungan. Timbul sikap, perasaan/emosi itu (positif atau negatif) merupakan produk pengamatan dan pengalaman induvidu secara unik dengan benda fisik lingkungannya. Dengan orang tua dan saudara, serta pergaulan sosial yang labih luas perasaan yang sangat takuti oleh remaja adalah takut dikucilkan atau tersindir dari kelompoknya. Rasa sedih merupakan sebagaian emosi yang sangat menonjol dalam massa remaja awal. Sebaliknya perasaan gembira biasanya akan nampak manakala si remaja mendapat pujian, terutama pujian terhadap diri atau hasil usahanya.

  1. 4. Perkembangan Sosial

Pertumbuhan Kelenjar-kelenjar Seks dan Perkembangan Seksual Remaja Awal. Pertumbuhan kelenjar-kelenjar seks (Gonads) remaja, sesungguhnya merupakan bagian integral dari pertumbuhan dan perkembangan jasmani secara menyeluruh lebih jauh lagi, bahwa kematangan seksual dalam usia remaja awal dan parohan pertama remaja akhir mempunyai korelasi positif dengan perkembangan sosial mereka. Hal semacam ini ditunjukkan oleh hasil penelitian James dan Moore terhadap remaja yang berusia antara 12 – 21 tahun dengan jumlah sampel 535 orang. Perkembangan perilaku seksual yang lebih bersangkutan dengan diri remaja, diantaranya yang sangat menonjol dan penting adalah onani atau masturbasi. Hal-hal seperti tentang seks ini tentu saja berpengaruh terhadap minat mereka pada sekolah atau pelajaran.

Pribadi diartikan sebagai organisme yang dinamis dalam sistem pisik dan pisikis yang menentukan keunikan sesorang menyesuaikan diri terhadap lingkungannya. Remaja dengan citra dirinya, menilai diri sendiri dan menilai lingkungannya terutama lingkungan sosial misalnya remaja menyadari adanya sifat-sifat sikap sendiri yang baik dan buruk. Moral adalah sebagai standar yang muncul dari agama dan lingkungan sosial remaja, memberikan konsep yang baik dan buruk, patut dan tidak, layak dan tidak layak secara mutlak.

Dari uraian dia atas dapat disimpulkan perkembangan sosial anak pada usia ini terlihat pada hal-hal berikut ini:

  1. Perubahan sikap dan perilaku, sebagaiman yang diistilahkan oleh psikolog David Elkind dengan egosentrisme yakni kecenderungan remaja untuk menerima dunia dari perspektifnya sendiri.[8]
  2. Munculnya perasaan-perasaan negatif  pada diri anak
  3. Ingin melepas diri dari orang tua
  4. Anak ingin menyamakan dirinya dengan orang dewasa
  5. D. BAHAYA-BAHAYA MASA PRA PUBER
    1. 1. Bahaya Fisik

Hal yang dikhawatirkan adalah bentuk badan yang terlalu gemuk, kurus, pendek, tinggi (Jangkung). Wajah yang kurang tampan atau cantik,

  1. Gemuk dan kurus

Pada masa ini lazimnya bagi anak-anak sekarangg gemuk menjadi permasalahan dalam hidupnya, sehingga timbullah inisiatif yang sebenarnya merugikan bagi diri seorang anak. Seperti apa yang dikenal dengan istilah diet kata orang sekarang, yang salahnya dalam hal ini ialah terkadang anak-anak salah dalam memahami diet tersebut, sehingga untuk diet anak terkadang menahan-nahan makan. Inilah yang berbahaya bagi seorang anak, yang diet karena makan yang tidak teratur sehingga menimbulkan bahaya yang kedua yaitu kurus, juga jadi masalah dalam kehidupan seorang anak. Jika diet atau kurusnya karena mengurangi pola makan.

  1. Pendek dan jangkuung (tinggi)

Pendek sering mengakibatkan timbullahnya cemoohan dari teman-teman seorang anak, sehingga bahayanya berdampak kepada psikologisnya.

  1. 2. Bahaya Psikologi

Bentuk-bentuk emosi yang sering muncul dalam masa remaja awal adalah marah, malu, takut, cemas, cemburu, iri hati, dan sedih.

DAFTAR KEPUSTAKAAN

–          Abu Ahmadi & Munawar Sholeh. Psikologi Perkembangan. Jakarta, Rineka Cipta. 2005

–          Desmita. Psikolog  Perkembangan. Bandung, PT Remaja Rosdakarya. 2009


[1] Desmita. Psikologi Perkembangan. Bandung, PT Remaja Rosdakarya. 2009 hlm 190

[2] Desmita Op. Cit hlm 192

[3] Desmita Op. Cit hlm 193

[4] Abu Ahmadi & Munawar Sholeh. Psikologi Perkembangan. Jakarta, Rineka Cipta. 2005 hlm 121

[5] Desmita Op. Cit hlm191

[6] Ibid

[7] Desmita Op. Cit hlm195

[8] Desmita. Op. Cit. hlm 205

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s