Hadits Tentang Kedudukan Shalat dalam Islam


BAB I

PENDAHULUAN

Alhamdulillah berkat rahmat Allah SWT saya bisa meneliti hadis untuk memenuhi tugas mata kuliah Ulumul Hadis dibawah bimbingan bapak Drs.Basyruddin,M.Ag. Shalawat dan salam selalu kita sampaikan buat junjungan kita Nabi Muhammad saw.

Berawal dari keinginan penulis untuk membuktikan hadis yang penulis temukan dalam buku FIKIH SUNNAH jilid 1, Hadits Tentang Kedudukan Shalat dalam Islam karangan Sayyid Sabiq.  Maka penulis akan mencoba untuk menjelaskan bagaimana kiat-kiat kita dalam meneliti hadis sehingga kita menemukan dalam kitab yang aslinya, seperti kitab Sunan At-Tirmidzi dan lain-lain.

Penulis juga akan menuliskan hasil hadis yang penulis cari dalam kitab aslinya, namun tidak seluruhnya yang penulis tulis demi menghemat waktu, biaya. Akan tetapi penulis melengkapi kekurangan tersebut dengan kopian hadis dari kitab yang asli yang bersangkutan dengan hadis yang akan penulis takhrij.

Untuk lebih jelasnya bagaimana cara mencari suatu hadis ke kitab aslinya,maka akan penulis jelaskan dalam bab selanjutnya beserta hasil takhrij yang penulis lakukan.

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Pengertian Takhrij Hadis

التخريج : لغة : الإستنباط والتدريب التوجيه

Secara bahasa berasal kata kharaja yang artinya nampak dari tempatnya atau keadaannya dan terpisah dan kelihatan. Demikian juga arti kata ikhraj yang artinya menampakkan dan memperlihatkan .

اصطلاحا : الدلالة على موضع الحديث في المصادر الاصلية التي أخرجته بسنده

Takhrij secara istilah menunjukkan tempat hadis pada sumber aslinya yang mengeluarkan hadis tersebut dengan sanadnya dan menjelaskan derajatnya ketika ditemukan.

  1. Cara-Cara Mentakhrij Hadis
  • Takhrij dengan cara mengetahui perawi hadis dari sahabat
  • Takhrij dengan cara mengetahui permulaan lafaz dari hadis
    • Takhrij dengan cara mengetahui kata yang jarang penggunaannya oleh orang dari bagian mana saja dari matan hadis
  • Takhrij dengan cara mengetahui topik pembahasan hadis
  1. Laporan Takhrij

Saya meneliti hadis yang saya temukan dalam buku  FIKIH SUNNAH jilid 1, Hadits Tentang Kedudukan Shalat dalam Islam, karangan Sayyid Sabiq, hadis tersebut matannya sebagai berikut

اوَل ما يحاسب عليه العبد يوم القيامة الصلاة,فإن صلحت صلح سائر عمله,

وإن فسدت فسد سائر عمله (رواه الطبرنى)

Saya mencoba untuk mengeluarkan atau mentakhrij hadis ini, apakah benar ada di dalam kitab aslinya. Kitab yang saya butuhkan dalam menelitinya adalah kitab

الجامع الصغير في أحاديث البشيرالنذير dan kitab  المعجم المفهرس.

Cara yang saya gunakan dalam menggunakan kitab الجامع الصغير في أحاديث البشيرالنذير ialah dengan mencari awal dari hadis yang saya teliti yaitu kata اول ما يحاسب

setelah saya menemukannya pada halaman 169 , pada juz 1 dan setelah saya cocokkan dengan matan hadis yang saya teliti maka saya mendapatkan keterangan sebagai berikut :

اوَل ما يحاسب به العبد يوم القيامة صلاته فإن كان اتمها كتبت له تامة, وإن لم يكن اتمها

قال الله لملائكته: انظروا هل تجدون لعبدي من تطوع فتكمّلون بها فريضة؟ ثمّ الزكاة كذلك

ثمّ تؤخذ الاعمال على حسب ذلك. (حم د ه ك) عن تميم الدارى (صحــ)

Maksudnya ialah hadis tersebut diriwayatkan oleh Ahmad bin Hambal, Abu Daud, Ibn, Majah, dan Hakim dari Tamim ad-Daari, dengan kualitas hadits ini adalah Sohih.

Saya melanjutkan pentakhrijan hadis saya dengan bantuan kitabالمعجم المفهرس, metode yang saya gunakan untuk mencari keterangan hadis dalam kitab ini ialah dengan mencari fi’il madhi dari hadis yang akan saya teliti, jadi saya mengambil fi’il madhi dari kata قبل maka saya menemukan keterangan sebagai berikut pada halaman 463 Juz 1, dengan keterangan sebagai berikut :

…أول ما يحاسب به العبد يوم القيا مة….

ت صلاة ١٨٨,, د صلاة ١٤٥,, ن صلاة ٠٠٩,, , تحريم ٢,,

جه إقامة ٢٠٢,, دي صلاة ٩١, حم ٢, ٢٩ ٫٤٢٥ ٫٤ ٬٦٥ ٬٠٠١٠٣ ٬٥ ٬٧٢٬ ٣٧٧

Maksudnya ialah Haits ini terdapat dalam kitad Tarmidzi kitab Sholat bab 188, kitab Abu Daud bab shalat Hadits yang ke 145, kitab An-Nasa’i kitab shalat bab 9, kitab Ibn Majjah bab 202 tentang Iqamah, kitab ad-Darimi bab 91 tentang shalat, dan kitab Ahmad bin Hanbal juz 2 halaman 290 dan 425, juz 4 halaman 65 dan 103, dan juz 5 halaman 72 dan 377.

Selanjutnya saya  mentakhrij hadits tersebut ke dalam kitab aslinya dengan hasil sebagaimana terlampir pada halaman 10-31.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s