“JENIS & KARAKTERISTIK MEDIA PEMBELAJARAN”


MAKALAH

MEDIA PENGAJARAN BAHASA ARAB

TENTANG

“JENIS DAN KARAKTERISTIK MEDIA PEMBELAJARAN”

 images 

OLEH:

KELOMPOK III

PAUSIL                                 : 409 054

SILVIA LESTARI               : 409 107

ARIEF SATRIA BUDI        : 409

JUSRI TUMANGGOR       : 409 388

  

DOSEN PEMBIMBING:

HAMDAN HASIBUAN, S.Pd.I, M.Pd

  

PENDIDIKAN BAHASA ARAB FAKULTAS TARBIYAH

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)

IMAM BONJOL PADANG

1433 H/2012 M

 

BAB I               

PENDAHULUAN

 

  • A.    LATAR BELAKANG

 

D

alam tahun-tahun belakangan ini telah terjadi pergeseran paradigma dalam pembelajaran ke arah paradigma konstruktivisme. Menurut pandangan ini bahwa pengetahuan tidak begitu saja bisa ditransfer oleh guru ke pikiran siswa, tetapi pengetahuan tersebut dikonstruksi di dalam pikiran siswa itu sendiri. Guru bukanlah satu-satunya sumber belajar bagi siswa (teacher centered), tetapi yang lebih diharapkan adalah bahwa pembelajaran berpusat pada siswa (student centered). Dalam kondisi seperti ini, guru atau pengajar lebih banyak berfungsi sebagai fasilitator pembelajaran. Jadi, siswa atau pembelajar sebaiknya secara aktif berinteraksi dengan sumber belajar, berupa lingkungan. Lingkungan yang dimaksud (menurut Arsyad, 2002) adalah guru itu sendiri, siswa lain, kepala sekolah, petugas perpustakaan, bahan atau materi ajar (berupa buku, modul, selebaran, majalah, rekaman video, atau audio, dan yang sejenis), dan berbagai sumber belajar serta fasilitas (OHP, perekam pita audio dan video, radio, televisi, komputer, perpustakaan, laboratorium, pusat-pusat sumber belajar, termasuk alam sekitar).

Berdasarkan deskripsi di atas, maka media adalah bagian yang sangat penting dan tidak terpisahkan dari proses pembelajaran, terutama untuk mencapai tujuan pembelajaran itu sendiri. Oleh karena itu, lebih jauh perlu dibahas tentang arti, posisi, fungsi, klasifikasi, dan karakteristik beberapa jenis media, untuk mendapatkan gambaran dan pemahaman sebelum menggunakan atau mungkin memproduksi media pembelajaran.

B.     RUMUSAN MASALAH

    1. Jenis media apa sajakah yang digunakan dalam proses pembelajaran?
    2. Bagaimana ciri-ciri media yang diperlukan tersebut!

      C.    BATASAN MASALAH

    1. Ada beberapa jenis media pembelajaran yang harus kita ketahui dan kita pahami dalam proses pembelajaran
    2. Setiap jenis media tersebut memiliki karakteriristik masing-masing

 

  • D.    TUJUAN

 

    1. Mengenal dan memahami jenis-jenis media yang diperlukan dalam proses pembelajaran
    2. Bisa membedakan dari berbagai jenis media pembelajaran
    3. Bisa menggunakan media pembelajaran dalam proses pembelajaran
    4. Mengetahui dan memahami ciri khas atau karakteristik media pembelajaran

 

BAB II

JENIS DAN KARAKTERISTIK MEDIA PEMBELAJARAN

 A.    JENIS MEDIA PEMBELAJARAN

M

edia pembelajaran sangat beraneka ragam. Berdasarkan hasil penelitian para ahli, ternyata media yang beraneka ragam itu hampir semua bermanfaat. Cukup banyak jenis dan bentuk media yang telah dikenal dewasa ini, dari yang sederhana sampai yang berteknologi tinggi, dari yang mudah dan sudah ada secara natural sampai kepada media yang harus dirancang sendiri oleh guru.[1]

Berbagai sudut pandang untuk menggolongkan jenis-jenis media. Menggolongkan media berdasarkan tiga unsur pokok (suara, visual dan gerak):[2]

  1. Media audio
  2. Media cetak
  3. Media visual diam
  4. Media visual gerak
  5. Media audio semi gerak
  6. Media visual semi gerak
  7. Media audio visual diam
  8. Media audio visual gerak

Anderson (1976) menggolongkan menjadi 10 media:

  1. Audio: Kaset audio, siaran radio, CD, telepon
  2. Cetak: buku pelajaran, modul, brosur, leaflet, gambar
  3. Audio-cetak: kaset audio yang dilengkapi bahan tertulis
  4. Proyeksi visual diam: Overhead transparansi (OHT), film bingkai (slide)
  5. Proyeksi audio visual diam : film bingkai slide bersuara
  6. Visual gerak: film bisu
  7. Audio visual gerak: film gerak bersuara, Video/VCD, Televisi
  8. Objek fisik: Benda nyata, model, spesimen
  9. Manusia dan lingkungan: guru, pustakawan, laboran
  10. Komputer: CAI

Berdasarkan kompleks suara, yaitu: media kompleks (film, TV, Video/VCD,) dan media sederhana (slide, audio, transparansi, teks).[3] Selain itu menggolongkan media berdasarkan jangkauannya, yaitu media masal (liputannya luas dan serentak/radio, televisi), media kelompok (liputannya seluas ruangan/kaset audio, video, OHP, slide, dll), media individual (untuk perorangan/buku teks, telepon, CAI).

Henrich, dkk menggolongkan:

  1. Media yang tidak diproyeksikan
  2. Media yang diproyeksikan
  3. Media audio
  4. Media video
  5. Media berbasis komputer
  6. Multi media kit.

Pada makalah ini, media akan diklasifikasikan menjadi media visual, media audio, dan media audio-visual.

1.      Media Visual

    1. Media yang tidak diproyeksikan

1)      Media realita adalah benda nyata. Benda tersebut tidak harus dihadirkan di ruang kelas, tetapi siswa dapat melihat langsung ke objek. Kelebihan dari media realita ini adalah dapat memberikan pengalaman nyata kepada siswa. Misal untuk mempelajari keanekaragaman makhluk hidup, klasifikasi makhluk hidup, ekosistem, dan organ tanaman.

2)      Model adalah benda tiruan dalam wujud tiga dimensi yang merupakan representasi atau pengganti dari benda yang sesungguhnya. Penggunaan  model untuk mengatasi kendala tertentu sebagai pengganti realia. Misal untuk mempelajari sistem gerak, pencernaan, pernafasan, peredaran darah, sistem ekskresi, dan syaraf pada hewan.

3)      Media grafis tergolong media visual yang menyalurkan pesan melalui simbol-simbol visual. Fungsi dari media grafis adalah menarik perhatian, memperjelas sajian pelajaran, dan mengilustrasikan suatu fakta atau konsep yang mudah terlupakan jika hanya dilakukan melalui penjelasan verbal. Jenis-jenis media grafis adalah:

4)      Gambar / foto: paling umum digunakan

5)      Sketsa: gambar sederhana atau draft kasar yang melukiskan bagian pokok tanpa detail. Dengan sketsa dapat menarik perhatian siswa, menghindarkan verbalisme, dan memperjelas pesan.

6)      Diagram / skema: gambar sederhana yang menggunakan garis dan simbol untuk menggambarkan struktur dari obyek tertentu secara garis besar. Misal untuk mempelajari organisasi kehidupan dari sel samapai organisme.

7)      Bagan / chart : menyajikan ide atau konsep yang sulit sehingga lebih mudah dicerna siswa. Selain itu bagan mampu memberikan ringkasan butir-butir penting dari penyajian. Dalam bagan sering dijumpai bentuk grafis lain, seperti: gambar, diagram, kartun, atau lambang verbal.

8)      Grafik: gambar sederhana yang menggunakan garis, titik, simbol verbal atau bentuk tertentu yang menggambarkan data kuantitatif. Misal untuk mempelajari pertumbuhan.

  1. Media proyeksi

1)      Transparansi OHP merupakan alat  bantu  mengajar tatap muka sejati, sebab tata letak ruang kelas tetap seperti biasa, guru dapat bertatap muka dengan siswa (tanpa harus membelakangi siswa). Perangkat media transparansi meliputi perangkat lunak (Overhead transparancy /OHT) dan perangkat keras (Overhead projector /OHP). Teknik pembuatan media transparansi, yaitu:

-          Mengambil dari bahan cetak dengan teknik tertentu

-          Membuat sendiri secara manual

2)      Film bingkai / slide adalah film transparan yang umumnya berukuran 35 mm dan diberi bingkai 2X2 inci. Dalam satu paket berisi beberapa film bingkai yang terpisah satu sama lain. Manfaat film bingkai hampir sama dengan transparansi OHP, hanya kualitas visual yang dihasilkan lebih bagus. Sedangkan kelemahannya adalah beaya produksi dan peralatan lebih mahal serta kurang praktis. Untuk menyajikan dibutuhkan proyektor slide.

2.      Media Audio

    1. Radio

Radio merupakan perlengkapan elektronik yang dapat digunakan untuk mendengarkan berita yang bagus dan aktual, dapat mengetahui beberapa kejadian dan peristiwa-peristiwa penting dan baru, masalah-masalah kehidupan dan sebagainya. Radio dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang cukup efektif.

  1. Kaset-audio

Yang dibahas disini khusus kaset audio yang sering digunakan di sekolah. Keuntungannya adalah merupakan media yang ekonomis karena biaya pengadaan dan perawatan murah.

3.      Media Audio-Visual

    1. Media video

Merupakan salah satu jenis media audio visual, selain film. Yang banyak dikembangkan untuk keperluan pembelajaran, biasa dikemas dalam bentuk VCD.

  1. Media komputer

Media ini memiliki semua kelebihan yang dimiliki oleh media lain. Selain mampu menampilkan teks, gerak, suara dan gambar, komputer juga dapat digunakan secara interaktif, bukan hanya searah. Bahkan komputer yang disambung dengan internet dapat memberikan keleluasaan belajar menembus ruang dan waktu serta menyediakan sumber belajar yang hampir tanpa batas.

B.     KARAKTERISTIK MEDIA PEMBELAJARAN

S

etiap media pembelajaran memiliki karakteristik tertentu, yang dikaitkan atau dilihat dari berbagai segi. Misalnya, Schramm melihat karakteristik media dari segi ekonomisnya, lingkup sasaran yang dapat diliput, dan kemudahan kontrolnya oleh pemakai.[4] Karakteristik media juga dapat dilihat menurut kemampuannya membangkitkan rangsangan seluruh alat indera. Dalam hal ini, pengetahuan mengenai karakteristik media pembelajaran sangat penting artinya untuk pengelompokan dan pemilihan media. karakteristik media merupakan dasar pemilihan media yang disesuaikan dengan situasi belajar tertentu. [5]

Gerlach dan Ely mengemukakan  tiga karakteristik media berdasarkan petunjuk penggunaan media pembelajaran untuk mengantisipasi kondisi pembelajaran di mana guru tidak mampu atau kurang efektif dapat melakukannya. Ketiga karakteristik atau ciri media pembelajaran tersebut adalah:[6]

  1. Ciri fiksatif

Yaitu yang menggambarkan kemampuan media untuk merekam, menyimpan, melestarikan, dan merekonstruksi suatu peristiwa atau obyek;

  1. Ciri manipulative

Yaitu kamampuan media untuk mentransformasi suatu obyek, kejadian atau proses dalam mengatasi masalah ruang dan waktu. Sebagai contoh, misalnya proses larva menjadi kepompong dan kemudian menjadi kupu-kupu dapat disajikan dengan waktu yang lebih singkat (atau dipercepat dengan teknik time-lapse recording). Atau sebaliknya, suatu kejadian/peristiwa dapat diperlambat penayangannya agar diperoleh urut-urutan yang jelas dari kejadian/peristiwa tersebut;

  1. Ciri distributif,

yang menggambarkan kemampuan media mentransportasikan obyek atau kejadian melalui ruang, dan secara bersamaan kejadian itu disajikan kepada sejumlah besar siswa, di berbagai tempat, dengan stimulus pengalaman yang relatif sama mengenai kejadian tersebut.

Berdasarkan uraian sebelumnya, ternyata bahwa karakteristik media, klasifikasi media, dan pemilihan  media merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam penentuan strategi pembelajaran. Banyak ahli, seperti Bretz, Duncan, Briggs, Gagne, Edling, Schramm, dan  Kemp, telah  melakukan pengelompokan atau membuat taksonomi mengenai media pembelajaran. Dari sekian pengelompokan tersebut, secara garis besar media pembelajaran dapat diklasifikasikan atas: media grafis, media audio, media proyeksi diam (hanya menonjolkan visual saja dan disertai rekaman audio), dan media permainan-simulasi. Arsyad (2002) mengklasifikasikan media pembelajaran  menjadi empat kelompok berdasarkan teknologi, yaitu: media hasil teknologi cetak, media hasil teknologi audio-visual, media hasil teknologi berdasarkan komputer, dan media hasil gabungan teknologi cetak dan komputer. Masing-masing kelompok media tersebut memiliki karakteristik yang khas dan berbeda satu dengan yang lainnya. Karakteristik dari masing-masing kelompok media tersebut akan dibahas dalam uraian selanjutnya.

  1. Media grafis.

Pada prinsipnya semua jenis media dalam kelompok ini merupakan penyampaian pesan lewat simbul-simbul visual dan melibatkan rangsangan indera penglihatan. Karakteristik yang dimiliki adalah: bersifat kongkret, dapat mengatasi batasan ruang dan waktu, dapat memperjelas suatu masalah dalam bidang masalah apa saja dan pada tingkat usia berapa saja, murah harganya dan mudah mendapatkan serta menggunakannya, terkadang memiliki ciri abstrak (pada jenis media diagram), merupakan ringkasan visual suatu proses, terkadang menggunakan simbul-simbul verbal (pada jenis media grafik), dan mengandung pesan yang bersifat interpretatif.

  1. Media audio

Hakekat dari jenis-jenis media dalam kelompok ini adalah berupa pesan yang disampaikan atau dituangkan kedalam simbul-simbul auditif (verbal dan/atau non-verbal), yang melibatkan rangsangan indera pendengaran. Secara umum media audio memiliki karakteristik atau ciri sebagai berikut: mampu mengatasi keterbatasan ruang dan waktu (mudah dipindahkan dan jangkauannya luas), pesan/program dapat direkam dan diputar kembali sesukanya, dapat mengembangkan daya imajinasi dan merangsang partisipasi aktif pendengarnya, dapat mengatasi masalah kekurangan guru, sifat komunikasinya hanya satu arah, sangat sesuai untuk pengajaran musik dan bahasa, dan pesan/informasi atau program terikat dengan jadwal siaran (pada jenis media radio).

  1. Media proyeksi diam.

Beberapa jenis media yang termasuk kelompok ini memerlukan alat bantu (misal proyektor) dalam penyajiannya. Ada kalanya media ini hanya disajikan dengan penampilan visual saja, atau disertai rekaman audio. Karakteristik umum media ini adalah: pesan yang sama dapat disebarkan ke seluruh siswa secara serentak, penyajiannya berada dalam kontrol guru, cara penyimpanannya mudah (praktis), dapat mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan indera, menyajikan obyek -obyek secara diam (pada media dengan penampilan visual saja), terkadang dalam penyajiannya memerlukan ruangan gelap, lebih mahal dari kelompok media grafis, sesuai untuk mengajarkan keterampilan tertentu, sesuai untuk belajar secara berkelompok atau individual, praktis dipergunakan untuk semua ukuran ruangan kelas, mampu menyajikan teori dan praktek secara terpadu, menggunakan teknik-teknik warna, animasi, gerak lambat untuk menampilkan obyek/kejadian tertentu  (terutama pada jenis media film), dan media film lebih realistik, dapat diulang-ulang, dihentikan, dsb., sesuai dengan kebutuhan.

  1. Media permainan dan simulasi.

Ada beberapa istilah lain untuk kelompok media pembelajaran ini, misalnya simulasi dan permainan peran, atau permainan simulasi. Meskipun berbeda-beda, semuanya dapat dikelompkkan ke dalam satu istilah yaitu permainan (Sadiman, 1990). Ciri atau karakteristik dari media ini adalah: melibatkan pebelajar secara aktif dalam proses belajar, peran pengajar tidak begitu kelihatan tetapi yang menonjol adalah aktivitas interaksi antar pebelajar, dapat memberikan umpan balik langsung, memungkinkan penerapan konsep-konsep atau peran-peran ke dalam situasi nyata di masyarakat, memiliki sifat luwes karena dapat dipakai untuk berbagai tujuan pembelajaran dengan mengubah alat dan persoalannya sedikit saja, mampu meningkatkan kemampuan komunikatif pebelajar, mampu mengatasi keterbatasan pebelajar yang sulit belajar dengan metode tradisional, dan dalam penyajiannya mudah dibuat serta diperbanyak.

BAB III

P E N U T U P

 A.      KESIMPULAN

Setiap jenis media memiliki karakteristiknya yang khas, yang dikaitkan atau dilihat dari berbagai segi (misalnya dari segi ekonomisnya, lingkup sasaran  yang dapat diliput, dan kemudahan kontrolnya oleh pemakai, menurut kemampuannya membangkitkan  rangsangan seluruh alat indera, dan petunjuk penggunaannya untuk mengatasi kondisi pembelajaran). Secara umum media pembelajaran memiliki tiga karakteristik atau ciri yaitu: ciri fiksatif,  ciri manipulatif, dan ciri distributif,

B.       KRITIK DAN SARAN

Sepanjang uraian yang telah pemakalah paparkan dalam makalah ini, pemakalah menyadari tidak lepas dari kekurangan dan kekhilafan. Di samping itu barangkali masih jauh dari kesempurnaan. Maka pemakalah sangat mengharapkan ide-ide yang cemerlang dari pembaca untuk memberikan kritikan dan saran yang mendukung makalah ini. Supaya tercapai apa yang kita inginkan.

 

DAFTAR KEPUSTAKAAN

 

Arsyad, A. 2002. Media Pembelajaran, edisi 1. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

M. Sobry Sutikno. 2009. Belajar dan Pembelajaran “Upaya Kreatif dalam Mewujudkan Pembelajaran yang Berhasil. Bandung: Prospect

Sadiman, A.S., Rahardjo, R., Haryono, A., & Rahadjito. 1990. Media Pendidikan: pengertian, pengembangan dan pemanfaatannya, edisi 1. Jakarta: Penerbit CV. Rajawali.

Sudjana, N. & Rivai, A. 1992. Media Pengajaran. Bandung: Penerbit CV. Sinar Baru Badung.

Syaiful Bahri Djamarah & Aswan Zain. 2005. Strategi Belajar Mengajar edisi revisi. Jakarta: PT. Asdi Mahasatya


[1] Sutikno, M. Sobry. Belajar dan Pembelajaran “Upaya Kreatif dalam Mewujudkan Pembelajaran yang Berhasil. Bandung: Prospect. 2009

[2] Rudy Bretz (1971)

[3] Schramm (1985)

[4] Sadiman, dkk., 1990

[5] Kemp, 1975, (dalam Sadiman, dkk., 1990)

[6] Arsyad, (2002)

“KONSEP MEDIA PEMBELAJARAN”


MAKALAH

 

MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA ARAB 

 

TENTANG

”KONSEP MEDIA PEMBELAJARAN”

images 

 OLEH:

KELOMPOK II

FIRMAN PUTRA REZKI  : 409.048

AZHARUDIN                       : 409.103

METHIA FARINA              : 409.230

ROLA SUNARDI                 : 409.386

RAHMAD SYUKRI                        : 408.650

 

DOSEN PEMBIMBING:

HAMDAN HASIBUAN, S.Pd.I, M.Pd

   

PENDIDIKAN BAHASA ARAB FAKULTAS TARBIYAH

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)

IMAM BONJOL PADANG

1433 H/2012 M

BAB I
PENDAHULUAN
  1. A. Latar Belakang
Perubahan global dalam perkembangan pengetahuan dan teknologi, terutama yang berhubungan dengan sistem pendidikan di sekolah menuntut adanya perubahan sikap guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas.
 
 
 
N

amun sekarang bukan saja pengetahuan guru sama dengan murid, bahkan murid dapat lebih dulu tahu daripada gurunya. Ini semua dapat terjadi akibat perkembangan media informasi yang begitu cepat di sekitar lingkungan kita. Pada saat ini guru bukan lagi satu-satunya sumber belajar. Banyak contoh, murid dapat lebih dulu mendapat informasi dengan cara mengakses informasi dari media massa seperti: surat kabar, televisi, handphone (SMS/MMS), bahkan internet. Sedangkan seringkali guru dengan alasan klasik “masalah ekonomi”, mereka tidak dapat mengakses informasi dengan cepat. Bagaimana guru menyikapi perkembangan ini? Oleh karena itu perlu adanya media pembelajaran yang sesuai dengan mata pelajaran yang dipegang oleh setiap guru mata pelajaran. B.   Rumusan Masalah

  1. Apakah yang dimaksud dengan media pembelajaran
  2. Apakah fungsi media pembelajaran
  3. Bagaimanakah peranan dan manfaat media pembelajaranC. TUJUAN
    1. Mengetahui dan memahami apa itu media pembelajaran
    2. Mengetahui dan memahami fungsi media pembelajaran
    3. Mengetahui sejauh mana peranan dan manfaat media pembelajaran

BAB II

KONSEP MEDIA PEMBELAJARAN

A.    Pengertian Media Pembelajaran

M

edia secara harfiah memiliki arti “perantara” atau “pengantar”. Namun ada beberapa pengertian Media sebagai berikut:

  1. Media adalah sebuah alat yang mempunyai fungsi menyampaikan pesan.[1]
  2. Media pembelajaran adalah sebuah alat yang berfungsi dan digunakan untuk menyampaikan pesan pembelajaran.
  3. Asosiasi Teknologi dan Komunikasi Pendidikan (AECT) di Amerika mengatakan bahwa media adalah segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan atau informasi.
    1. National Education Association (NEA) mengatakan bahwa media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik cetak maupun audio visual serta peralatannya.
    2. Gagne (1970) mengatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen atau sumber belajar dalam lingkungan pembelajar yang dapat merangsang pembelajar untuk belajar.
    3. Briggs (1970) mengatakan bahwa media adalah segala wahana atau alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang pembelajar untuk belajar.[2]
    4. Schramm, mengatakan media adalah teknologi pembawa informasi atau pesan instruksional.
    5. Y. Miarso, mengatakan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemajuan pembelajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada diri pembelajarnya.[3]
    6. Media pembelajaran adalah sarana pendidikan yang dapat digunakan sebagai perantara dalam proses pembelajaran untuk mempertinggi efektifitas dan efisiensi dalam mencapai tujuan pengajaran.
    7. Dalam arti yang luas, media pembelajaran adalah alat, metode, dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara pengajar dan pembelajar dalam proses pembelajaran dikelas.[4]

Dari paparan beberapa pendapat di atas pemakalah dapat menyimpulkan bahwa media pembelajaran adalah sesuatu yang dapat membawa informasi dan pengetahuan dalam interaksi yang berlangsung antara pendidik dengan siswa. B.     Fungsi Media Pembelajaran

E

fektivitas proses belajar mengajar (pembelajaran) sangat dipengaruhi oleh faktor metode dan media pembelajaran yang digunakan. Keduanya saling berkaitan, di mana pemilihan metode tertentu akan berpengaruh terhadap jenis media yang akan digunakan. Dalam arti bahwa harus ada kesesuaian di antara keduanya untuk mewujudkan tujuan pembelajaran. Walaupun ada hal-hal lain yang juga perlu diperhatikan dalam pemilihan media, seperti: konteks pembelajaran, karakteristik pembelajar, dan tugas atau respon yang diharapkan dari pembelajar (Arsyad, 2002). Sedangkan menurut Criticos (1996), tujuan pembelajaran, hasil belajar, isi materi ajar, rangkaian dan strategi pembelajaran adalah kriteria untuk seleksi dan produksi media. Dengan demikian, penataan pembelajaran (iklim, kondisi, dan lingkungan belajar) yang dilakukan oleh seorang pengajar dipengaruhi oleh peran media yang digunakan. Pemanfaatan media dalam pembelajaran dapat membangkitkan keinginan dan minat baru, meningkatkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan berpengaruh secara psikologis kepada siswa. Selanjutnya diungkapkan bahwa penggunaan media pengajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian informasi (pesan dan isi pelajaran) pada saat itu. Kehadiran media dalam pembelajaran juga dikatakan dapat membantu peningkatan pemahaman siswa, penyajian data/informasi lebih menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran data, dan memadatkan informasi. Jadi dalam hal ini dikatakan bahwa fungsi media adalah sebagai alat bantu dalam kegiatan belajar mengajar. Sadiman, dkk (1990) menyampaikan fungsi media pembelajaran secara umum, adalah sebagai berikut:

  1. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat visual.
  2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera, misal objek yang terlalu besar untuk dibawa ke kelas dapat diganti dengan gambar, slide, dsb., peristiwa yang terjadi di masa lalu bisa ditampilkan lagi lewat film, video, fota atau film bingkai.
  3. Meningkatkan kegairahan belajar, memungkinkan siswa belajar sendiri berdasarkan minat dan kemampuannya, dan mengatasi sikap pasif siswa.
  4. Memberikan rangsangan yang sama, dapat menyamakan pengalaman dan persepsi siswa terhadap isi pelajaran.

Fungsi media, khususnya media visual juga dikemukakan oleh Levie dan Lentz, seperti yang dikutip oleh Arsyad (2002) bahwa media tersebut memiliki empat fungsi yaitu:

  1. Fungsi atensi berarti media visual merupakan inti, menarik, dan mengarahkan perhatian pembelajar untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran.
  2. Fungsi afektif maksudnya media visual dapat terlihat dari tingkat kenikmatan pembelajar ketika belajar membaca teks bergambar.
  3. Fungsi kognitif bermakna media visual mengungkapkan bahwa lambang visual memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mendengar informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.
  4. Fungsi kompensatoris artinya media visual memberikan konteks untuk memahami teks membantu pembelajar yang lemah dalam membaca.

Berdasarkan beberapa fungsi media pembelajaran yang dikemukakan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan media dalam kegiatan belajar mengajar memiliki pengaruh yang besar terhadap alat-alat indera. Terhadap pemahaman isi pelajaran, secara nalar dapat dikemukakan bahwa dengan penggunaan media akan lebih menjamin terjadinya pemahaman yang lebih baik pada siswa. Pembelajar yang belajar lewat mendengarkan saja akan berbeda tingkat pemahaman dan lamanya “ingatan” bertahan, dibandingkan dengan pembelajar yang belajar lewat melihat atau sekaligus mendengarkan dan melihat. Media pembelajaran juga mampu membangkitkan dan membawa pembelajar ke dalam suasana rasa senang dan gembira, di mana ada keterlibatan emosianal dan mental. Tentu hal ini berpengaruh terhadap semangat mereka belajar dan kondisi pembelajaran yang lebih hidup, yang nantinya bermuara kepada peningkatan pemahaman pembelajar terhadap materi ajar. C.    Peranan dan Posisi Media Pembelajaran

B

runer (1966) mengungkapkan ada tiga tingkatan utama modus belajar, seperti: enactive (pengalaman langsung), iconic (pengalaman piktorial atau gambar), dan symbolic (pengalaman abstrak). Pemerolehan pengetahuan dan keterampilan serta perubahan sikap dan perilaku dapat terjadi karena adanya interaksi antara pengalaman baru dengan pengalaman yang telah dialami sebelumnya melalui proses belajar. Sebagai ilustrasi misalnya, belajar untuk memahami apa dan bagaimana mencangkok. Dalam tingkatan pengalaman langsung, untuk memperoleh pemahaman pembelajar secara langsung mengerjakan atau membuat cangkokan. Pada tingkatan kedua, iconic, pemahaman tentang mencangkok dipelajari melalui gambar, foto, film atau rekaman video. Selanjutnya pada tingkatan pengalaman abstrak, siswa memahaminya lewat membaca atau mendengar dan mencocokkannya dengan pengalaman melihat orang mencangkok atau dengan pengalamannya sendiri. Berdasarkan uraian di atas, maka dalam proses belajar mengajar sebaiknya diusahakan agar terjadi variasi aktivitas yang melibatkan semua alat indera pembelajar. Semakin banyak alat indera yang terlibat untuk menerima dan mengolah informasi (isi pelajaran), semakin besar kemungkinan isi pelajaran tersebut dapat dimengerti dan dipertahankan dalam ingatan pembelajar. Jadi agar pesan-pesan dalam materi yang disajikan dapat diterima dengan mudah (atau pembelajaran berhasil dengan baik), maka pengajar harus berupaya menampilkan stimulus yang dapat diproses dengan berbagai indera pembelajar. Pengertian stimulus dalam hal ini adalah suatu “perantara” yang menjembatani antara penerima pesan (pembelajar) dan sumber pesan (pengajar) agar terjadi komunikasi yang efektif. Media pembelajaran merupakan suatu perantara seperti apa yang dimaksud pada pernyataan di atas. Dalam kondisi ini, media yang digunakan memiliki posisi sebagai alat bantu dalam kegiatan pembelajaran, yaitu alat bantu mengajar bagi guru (teaching aids). Misalnya alat-alat grafis, photografis, atau elektronik untuk menangkap, memproses, dan menyususn kembali informasi visual atau verbal. Sebagai alat bantu dalam mengajar, media diharapkan dapat memberikan pengalaman kongkret, motivasi belajar, mempertinggi daya serap dan retensi belajar siswa. Sehingga alat bantu yang banyak dan sering digunakan adalah alat bantu visual, seperti gambar, model, objek tertentu, dan alat-alat visual lainnya. Oleh karena dianggap sebagai alat bantu, guru atau orang yang membuat media tersebut kurang memperhatikan aspek disainnya, pengembangan pembelajarannya, dan evaluasinya. Dengan kemajuan teknologi di berbagai bidang, misalnya dalam teknologi komunikasi dan informasi pada saat ini, media pembelajaran memiliki posisi sentral dalam proses belajar dan bukan semata-mata sebagai alat bantu. Media pembelajaran memainkan peran yang cukup penting untuk mewujudkan kegiatan belajar menjadi lebih efektif dan efisien. Dalam posisi seperti ini, penggunaan media pembelajaran dikaitkan dengan apa-apa saja yang dapat dilakukan oleh media, yang mungkin tidak mampu dilakukan oleh guru (atau guru melakukannya kurang efisien). Dengan kehadiran media pembelajaran maka posisi guru bukan lagi sebagai satu-satunya sumber belajar, tetapi sebagai fasilitator. Bahkan pada saat ini media telah diyakini memiliki posisi sebagai sumber belajar yang menyangkut keseluruhan lingkungan di sekitar pembelajar. Dari pemaparan di atas pemakalah menyimpulkan bahwa dalam proses pembelajaran, hadirnya media sangat diperlukan, sebab mempunyai peranan besar yang berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pembelajaran. Hal ini, dikarenakan belajar tidak selamanya hanya bersentuhan dengan hal-hal yang kongkrit, baik dalam konsep maupun faktanya. Bahkan dalam realitasnya belajar sering kali bersentuhan dengan hal-hal yang bersifat kompleks, maya dan berada di balik realitas. Karena itu, media memiliki andil untuk menjelaskan hal-hal yang abstrak dan menunjukkan hal-hal yang tersembunyi. D.    Manfaat Media Pembelajaran

M

edia pembelajaran sebagai alat bantu dalam proses belajar dan pembelajaran adalah suatu kenyataan yang tidak bisa kita pungkiri keberadaannya. Karena memang gurulah yang menghendaki untuk memudahkan tugasnya dalam menyampaikan pesan-pesan atau materi pembelajaran kepada siswanya. Guru sadar bahwa tanpa bantuan media, maka materi pembelajaran sukar untuk dicerna dan dipahami oleh siswa, terutama materi pembelajaran yang rumit dan komplek. Setiap materi pembelajaran mempunyai tingkat kesukaran yang bervariasi. Pada satu sisi ada bahan pembelajaran yang tidak memerlukan media pembelajaran, tetapi di lain sisi ada bahan pembelajaran yang memerlukan media pembelajaran. Materi pembelajaran yang mempunyai tingkat kesukaran tinggi tentu sukar dipahami oleh siswa, apalagi oleh siswa yang kurang menyukai materi pembelajaran yang disampaikan. Secara umum manfaat media pembelajaran menurut Harjanto (1997: 245) adalah:

  1. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu verbalistis (tahu kata-katanya, tetapi tidak tahu maksudnya)
  2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera.
  3. Dengan menggunakan media pembelajaran yang tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif siswa.
  4. Dapat menimbulkan persepsi yang sama terhadap suatu masalah.

Selanjutnya menurut Purnamawati dan Eldarni (2001: 4) yaitu:

  1. Membuat konkrit konsep yang abstrak, misalnya untuk menjelaskan peredaran darah.
  2. Membawa objek yang berbahaya atau sukar didapat di dalam lingkungan belajar.
  3. Manampilkan objek yang terlalu besar, misalnya pasar, candi.
  4. Menampilkan objek yang tidak dapat diamati dengan mata telanjang.
  5. Memperlihatkan gerakan yang terlalu cepat.
  6. Memungkinkan siswa dapat berinteraksi langsung dengan lingkungannya.
  7. Membangkitkan motivasi belajar
  8.  Memberi kesan perhatian individu untuk seluruh anggota kelompok belajar.
  9. Menyajikan informasi belajar secara konsisten dan dapat diulang maupun disimpan menurut kebutuhan.
  10. Menyajikan informasi belajar secara serempak (mengatasi waktu dan ruang)
  11. Mengontrol arah maupun kecepatan belajar siswa.

BAB III

PENUTUP

A.    Kesimpulan

  1. Dari paparan beberapa pendapat di atas pemakalah dapat menyimpulkan bahwa media pembelajaran adalah sesuatu yang dapat membawa informasi dan pengetahuan dalam interaksi yang berlangsung antara pendidik dengan siswa.
  2. Media pembelajaran memiliki fungsi atensi, afektif, kognitif dan kompensatoris
  3. Dari pemaparan di atas pemakalah menyimpulkan bahwa dalam proses pembelajaran, hadirnya media sangat diperlukan, sebab mempunyai peranan besar yang berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pembelajaran. Hal ini, dikarenakan belajar tidak selamanya hanya bersentuhan dengan hal-hal yang kongkrit, baik dalam konsep maupun faktanya. Bahkan dalam realitasnya belajar sering kali bersentuhan dengan hal-hal yang bersifat kompleks, maya dan berada dibalik realitas. Karena itu, media memiliki andil untuk menjelaskan hal-hal yang abstrak dan menunjukkan hal-hal yang tersembunyi
  4. Secara umum manfaat media pembelajaran adalah :

a)      Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu verbalistis (tahu kata-katanya, tetapi tidak tahu maksudnya) b)      Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera. c)      Dengan menggunakan media pembelajaran yang tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif siswa. d)     Dapat menimbulkan persepsi yang sama terhadap suatu masalah. B.     Saran

  1. Semoga makalah ini dapat menambah perbendaharaan ilmu yang sudah pembaca miliki.
  2. Kritik dan saran yang membangun sangat pemakalah harapkan dari pembaca, karena tak ada yang sempurna. Yang ada hanyalah bagaimana usaha kita memperbaiki kesalahan.

DAFTAR KEPUSTAKAAN

Arsyad, Azhar. 1997.  Media Pengajaran, Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada Bahri, syaiful. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Rineka Cipta. Ramayulis. 2003. Pengantar Ilmu Pendidikan. Jakarta: Kalamulia Sutikno, Sobri. 2009. Belajara dan Pembelajaran. Bandung: Prospect Sadiman, Arief S. dkk. 2003. Media Pendidikan Pengertian. Pengembangan dan Pemanfaatanya. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Sanaky, Hujair A.H. 2009. Media Pembelajaran. Yogyakarta: Safiria Insania Press. Tim Dosen FIP-IKIP Yogyakarta, 1992, Bacaan Wajib Media Pembelajaran, Diktat, Yogyakarta


[1] Dikutip dari Ouda Teda Ena, Membuat Media Pembelajaran Interaktif dengan Piranti Lunak Presentasi, From : http;//www.ialf.edu/kipbipa/papers/OudaTedaEna.Doc
[2] Arief S. Sadiman, dkk. 1990, Media Pendidikan, Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya, CV. Rajawali, Jakarta, h. 8
[3] Tim Dosen FIP-IKIP Yogyakarta, 1992, Bacaan Wajib, Media Pembelajaran, Diktat, Yogyakarta, h. 5
[4] Oemar Hamalik, 1989, Media Pendidikan, h. 12

Media Pembelajaran


MAKALAH

MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA ARAB

 

TENTANG

“MEDIA PEMBELAJARAN DAN KOMUNIKASI

SERTA MANFAATNYA”

 

 images

 

OLEH :

KELOMPOK I

 

HASNA DESI AREPA        : 409.047

M. THAIB RIZKI                 : 409.093

NURUL HADI                      : 409.381

SYAFWAN RASYID           : 409.222

 

 

 

DOSEN PEMBIMBING:

HAMDAN HASIBUAN, S.Pd.I, M.Pd

 

 

PENDIDIKAN BAHASA ARAB FAKULTAS TARBIYAH

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)

IMAM BONJOL PADANG

1433 H/2012 M

 

 

 

 

 

 A.     Pengertian Media

Media secara harfiah memiliki arti “Perantara” atau “Pengantar”. 

Namun ada beberapa pengertian Media sebagai berikut:

  1. Media pembelajaran adalah sebuah alat yang berfungsi dan digunakan untuk menyampaikan pesan pembelajaran.
  2. Asosiasi Teknologi dan Komunikasi Pendidikan (AECT) di Amerika mengatakan bahwa media adalah segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan atau informasi.
  3. National Education Association (NEA) mengatakan bahwa media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik cetak maupun audio visual serta peralatannya.
    1. Gagne (1970) mengatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen atau sumber belajar dalam lingkungan pembelajar yang dapat merangsang pembelajar untuk belajar.
    2. Media adalah sebuah alat yang mempunyai fungsi menyampaikan pesan.[1]
    3. Briggs (1970) mengatakan bahwa media adalah segala wahana atau alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang pembelajar untuk belajar.[2]
    4. Schramm, mengatakan media adalah teknologi pembawa informasi atau pesan instruksional.
    5. Y. Miarso, mengatakan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemajuan pembelajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada diri pembelajarnya.[3]
    6. Media pembelajaran adalah sarana pendidikan yang dapat digunakan sebagai perantara dalam proses pembelajaran untuk mempertinggi efektifitas dan efisiensi dalam mencapai tujuan pengajaran.
    7. Dalam arti yang luas, media pembelajaran adalah alat, metode, dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara pengajar dan pembelajar dalam proses pembelajaran di kelas.[4]

Dari keseluruhan pengertian di atas, secara umum dapat dikatakan bahwa substansi dari media pembelajaran  adalah :

  1. Bentuk saluran, yang digunakan untuk menyalurkan pesan, informasi atau bahan pelajaran kepada penerima pesan atau pembelajar.
  2. Berbagai jenis komponen dalam lingkungan pembelajar yang dapat merangsang pembelajar untuk belajar.
  3. Bentuk alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang pembelajar untuk belajar.
  4. Bentuk-bentuk komunikasi yang dapat merangsang pembelajar  untuk belajar, baik cetak maupun audio, visual, dan audio-visual.

    B.     Perkembangan Media

 

B

ila dilihat perkembangan, pada mulanya media hanya dianggap sebagai alat bantu mengajar guru (teaching aids) . Alat bantu yang dipakai adalah alat bantu visual, yaitu gambar, model, objek, dan alat-alat lain yang dapat memberikan pengalaman konkrit, motivasi belajar serta mempertinggi daya serap dan retensi belajar siswa. Namun sayang, karena terlalu memusatkan perhatian pada alat bantu visual yang dipakainya orang kurang memperhatikan aspek desain, pengembangan pembelajaran produksi dan evaluasinya.

Pergeseran dan perkembangan penggunaan media dipengaruhi oleh kebutuhan zaman dan teori-teori yang muncul. Dengan masuknya pengaruh teknologi audio pada sekitar abad ke-20 alat visual untuk mengkonkritkan dilengkapi dengan digunakannya alat audio  yang dikenal dengan Audio Visual Aids (AVA).

Pada akhir tahun 1950, munculnya teori komunikasi mulai mewarna dan mempengaruhi penggunaan alat bantu audio visual.  Alat audio visual bukan hanya dipandang sebagai alat bantu saja, melainkan juga sebagai alat penyalur pesan atau media. Teori ini sangat penting dalam penggunaan  media untuk kegiatan program-program pembelajaran. Sayang sampai saat itu pengaruhnya masih terbatas pada pemilihan media saja. Faktor siswa belum begitu menjadi komponen utama dan belum mendapat perhatian.

Selanjutnya pada tahun 1960-1965 orang mulai memperhatikan siswa sebagai komponen yang penting dalam proses belajar mengajar. Hal ini karena dipengaruhi oleh teori tingkah laku, teori ini mendorong orang untuk lebih memperhatikan siswa dalam proses belajar mengajar. Mendidik adalah mengubah tingkah laku siswa.

Pada tahun 1965-1970 pendekatan sistem (System Approach) mulai menampakkan pengaruhnya dalam kegiatan pendidikan dan kegiatan pembelajaran. Pendekatan ini mendorong digunakannya media sebagai bagian integral dalam program pembelajaran. Setiap program pembelajaran harus direncanakan secara sistematis dengan memusatkan perhatian kepada siswa.

Perubahan yang terjadi disambut baik oleh para guru dan ahli audio visual.  Guru-guru mulai merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan tingkah laku  siswa. Untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut, mulai dipakai berbagai format. Dari pengalaman mereka, guru mulai belajar bahwa cara belajar siswa berbeda, sebagian lebih cepat belajar melalui media audio, sebagian lagi dengan media visual, adapula yang senang dengan media cetak. Maka, dari sinilah muncul konsep penggunaan multi media dalam kegiatan pembelajaran.

C.    Pertimbangan Pemilihan Media

P

emilihan media yang akan digunakan dalam pembelajaran menjadi suatu pertimbangan, karena media yang dipilih harus sesuai dengan:

  1. Tujuan pengajaran.
  2. Bahan pelajaran.
  3. Metode mengajar.
  4. Tersedia alat yang dibutuhkan.
  5. Pribadi pengajar.
  6. Minat dan kemampuan pembelajar.
  7. Situasi pengajaran yang sedang berlangsung.[5]

 

B. Pembelajaran Sebagai Proses Komunikasi

P

 

embelajaran pada hakikatnya adalah proses komunikasi. Dalam pembelajaran pesan atau informasi yang disampaikan dapat berupa pengetahuan, keahlian, skill, ide, pengalaman dan sebagainya.

Melalui proses komunikasi, pesan dapat diterima, diserap, dan dihayati penerima pesan, maka agar tidak terjadi kesalahan dalam proses komunikasi, perlu digunakan sarana yang dapat membantu proses komunikasi. Dalam pembelajaran nantinya, sarana/fasilitas alat yang digunakan untuk memperlancar komunikasi pembelajaran itulah yang disebut dengan media pembelajaran.

Dalam komunikasi tentu tidak terlepas dari komponen-komponen atau unsur-unsur yang ada di dalamnya. Harold Lasswell (1972) menyatakan bahwa unsur-unsur dalam proses komunikasi ini meliputi:

  1. Sender  yaitu komunikator yang menyampaikan pesan kepada seseorang atau sejumlah orang.
  2. Encoding yakni penyeandaian, yakni proses pengalihan pikiran ke dalam bentuk lambang.
  3. Message yakni pesan yang merupakan seperangkat lambang bermakna yang disampaikan oleh komunikator.
  4. Media yaitu saluran komunikasi tempat berlalunya pesan dari komunikator kepada komunikan.
  5. Decoding yaitu penguraian sandi, yakni proses di mana komunikan menetapkan makna pada lambang yang disampaikan oleh komunikator kepadanya.
  6. Receiver yaitu komunikan yang menerima pesan dari komunikator.
  7. Response yaitu  tanggapan, seperangkat reaksi dari komunikan setelah diterpa pesan.
  8. Feedback yaitu umpan balik, yakni tanggapan komunikan apabila tersampaikan atau disampaikan kepada komunikator.
  9. Noise  yaitu gangguan tak terencana yang terjadi dalam proses komunikasi sebagai akibat diterimanya pesan lain oleh komunikan yang berbeda dengan pesan yang disampaikan oleh komunikator kepadanya.

Namun dari beberapa unsur tersebut dapat diringkas dan dikaitkan dengan pembelajaran yakni:

  1. Pesan yaitu materi pelajaran
  2. Sumber atau pemberi pesan yaitu pengajar
  3. Media yakni alat-alat bantu
  4. Penerima pesan, adalah komponen-komponen dalam proses komunikasi yakni sebagai pembelajar. [6]
  5. Umpan balik yang manifestasinya berupa pertanyaan, jawaban dan persilangan pendapat, baik dari pihak pengajar maupun dari pembelajar.[7]

Apabila proses pembelajaran adalah komunikasi, maka pertama, pesan yang akan dikomunikasikan adalah isi pelajaran yang terdapat dalam kurikulum. Kedua, sumber pesan dapat saja pengajar, pembelajar, penulis buku ataupun orang lain. Ketiga, penerima pesan adalah pembelajar. Keempat, saluran yang digunakan. Dalam pembelajaran dapat menggunakan alat-alat bantu pembelajaran atau media pembelajaran.

C.  Hambatan-hambatan komunikasi dalam Pembelajaran

A

da beberapa faktor yang menjadi penghambat atau penghalang proses komunikasi. Penghambat tersebut biasa dikenal dengan istilah barriers atau noises. Hambatan itu ada yang bersifat:

1)     Internal, seperti adanya hambatan psikologis seperti minat, sikap, pendapat, kepercayaan, intelegensi, pengetahuan dan hambatan fisik seperti kelelahan, sakit, keterbatasan daya indera dan cacat tubuh.

2)     Eksternal seperti hambatan kultural seperti perbedaan adat istiadat, norma-norma sosial, kepercayaan dan nilai-nilai panutan. Hambatan lingkungan yaitu hambatan yang ditimbulkan situasi dan kondisi keadaan sekitar.

Maka dalam mengatasi hambatan yang terjadi maka solusinya adalah dengan media. Dengan kata lain diperlukan berbagai alat atau media yang dapat berfungsi sebagai sarana yang digunakan untuk menyalurkan pesan sekaligus kepandaian pengajar dalam menggunakan media atau alat  tersebut.

 

BAB III

TUJUAN DAN MANFAAT

MEDIA PEMBELAJARAN

 A.    Tujuan Media Pembelajaran

T

ujuan media pembelajaran sebagai alat bantu pembelajaran adalah sebagai berikut:

  1. Mempermudah proses pembelajaran di kelas
  2. Meningkatkan efisiensi proses pembelajaran
  3. Menjaga relevansi antara materi pelajaran dengan tujuan belajar
  4. Membantu konsentrasi pembelajar dalam proses pembelajaran.

B.     Manfaat Media Pembelajaran

Adapun manfaat media pembelajaran itu adalah:

  1. Pengajaran lebih menarik perhatian pembelajar sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar.
  2. Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya, sehingga dapat lebih dipahami pembelajar serta memungkinkan pembelajar menguasai tujuan pengajaran dengan baik.
  3. Metode pembelajaran bervariasi, tidak semata-mata hanya berkomunikasi verbal melalui penuturan kata-kata lisan pengajar, pembelajar tidak bosan dan pengajar pun tidak kehabisan tenaga.
  4. pembelajar lebih banyak melalui kegiatan belajar.
  5. Mengatasi keterbatasan waktu, ruang dan daya indera, seperti :
    1. Objek yang terlalu besar dapat diganti dengan realita, gambar, film bingkai, film, model
    2. Objek yang kecil dibantu dengan proyektor mikro, film bingkai, gambar.
    3. Gerak yang terlalu lambat atau cepat dapat dibantu dengan timelapse dan  highspeed photography.
    4. Kejadian masa lampau dapat ditampilkan lewat rekaman film, video, VCD.
    5. Objek yang terlalu kompleks dapat disajikan dengan model dan diagram.
    6. Konsep yang terlalu luas dapat divisualkan dengan bentuk film, gambar dan lain-lain.

Selain itu, apabila diperinci:

  1. Manfaat bagi Pengajar
    1. Memberikan pedoman, arah untuk mencapai tujuan.
    2. Menjelaskan struktur dan urutan pengajaran secara baik.
    3. Memberikan kerangka sistematis mengajar secara baik.
    4. Memudahkan kendali pengajar terhadap materi pelajaran.
    5. Membantu kecermatan, ketelitian dalam penyajian materi pelajaran.
    6. Membangkitkan rasa percaya diri seorang pengajar.
    7. Meningkatkan kualitas pengajaran.
    8. Manfaat bagi pembelajar
      1. Meningkatkan motivasi belajar pembelajar.
      2. Memberikan dan meningkatkan variasi belajar pembelajar.
      3. Memberikan struktur materi pelajaran dan memudahkan pembelajar untuk belajar.
      4. Memberikan inti informasi, pokok-pokok secara sistematik sehingga memudahkan pembelajar untuk belajar.
      5. Merangsang pembelajar untuk berpikir dan beranalisis.
      6. Menciptakan kondisi dan situasi belajar tanpa tekanan.
      7. Pembelajar dapat memahami materi pelajaran dengan sistematis yang disajikan pengajar lewat media pembelajaran

        C.    Fungsi Media Pembelajaran

        1. Fungsi atensi berarti media visual merupakan inti, menarik, dan mengarahkan perhatian pembelajar untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran.
        2. Fungsi afektif maksudnya media visual dapat terlihat dari tingkat kenikmatan pembelajar ketika belajar membaca teks bergambar.
        3. Fungsi kognitif bermakna media visual mengungkapkan bahwa lambang visual memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mendengar informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.
        4. Fungsi kompensatoris artinya media visual memberikan konteks untuk memahami teks membantu pembelajar yang lemah dalam membaca.
        5. Untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatkannya kembali.[8]

 

BAB IV

P E N U T U P

  1. A.    Kesimpulan
    1. Media secara harfiah memiliki arti “perantara” atau “Pengantar”
    2. Media pembelajaran secara istilah diartikan alat, metode, dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara pengajar dan pembelajar dalam proses pembelajaran di kelas.
    3. Komunikasi ditinjau dari etimologi, komunikasi berasal dari kata “communicare” yang berarti “membuat sama”. Definisi kontemporer menyatakan bahwa komunikasi berarti “mengirim pesan”.
    4. B.     Saran

Dari beberapa pemaparan makalah, pemakalah menyadari masih ada kesalahan dan kekeliruan dalam pengetikan maupun dalam penyampaian atau bahasa makalah yang masih meragukan pembaca. Maka dari itu, pemakalah sangat mengharapkan saran dan kritik dari pembaca dalam penulisan makalah dan bisa menjadi evaluasi bagi pemakalah untuk ke depan. Namun, sedikit banyaknya materi makalah ini, mudah-mudahan dapat menambah wawasan dan pengetahuan pembaca.

DAFTAR KEPUSTAKAAN

 

Arsyad, Azhar. 1997. Media Pengajaran. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada

Ramayulis. 2003. Pengantar Ilmu Pendidikan. Jakarta: Kalamulia

Sabri, Ahmad. 2005. Strategi Belajar Mengajar dan Micro Teaching. Jakarta: Ciputat Press

Sadiman, Arief S. dkk. 2003. Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatanya. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Sanaky, Hujair A.H. 2009. Media Pembelajaran. Yogyakarta: Safiria Insania Press.

Tim Dosen FIP-IKIP Yogyakarta, 1992, Bacaan Wajib Media Pembelajaran, Diktat, Yogyakarta

Http://Tulisendw.Blogspot.Com/2010/06/Komunikasi-Dalam-Pembelajaran.Html, diakses pukul 8:11 malam, tanggal 22 oktober 2011

Http://Www.Mediapendidikan.Net/Index.Php?Option=Com_Content&View=Article&Id=2:Komunikasi-Efektif&Catid=1:Pendidikan&Itemid=2 diakses tanggal 22 Oktober 2011, pukul 8 :14 malam


[1] Dikutip dari Ouda Teda Ena, Membuat Media Pembelajaran Interaktif dengan Piranti Lunak Presentasi, From: http;//www.ialf.edu/kipbipa/papers/OudaTedaEna.Doc

[2]Arief S. Sadiman, dkk. 1990, Media Pendidikan, Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya, CV. Rajawali, Jakarta, h. 8

[3]Tim Dosen FIP-IKIP Yogyakarta, 1992, Bacaan Wajib, Media Pembelajaran, Diktat, Yogyakarta, h. 5

[4] Oemar Hamalik, 1989, Media Pendidikan, h. 12

[5] Ibid , h.6

[6] Arief S. Sadiman, dkk, 1990, Media Pendidikan, CV. Rajawali, Jakarta, h. 11-12

[7] Tim Dosen FIP-IKIP Yogyakarta, 1992, Bacaan Wajib Media Pembelajaran, Diktat, Yogyakarta, h. 3

[8] Azhar Arsyad, 1997, Media Pengajaran, PT Rajagrafindo Persada, Jakarta, h. 16-17